Kaya di Usia Muda Bukan Hal Fana Asal Kamu Penuhi Syarat-syaratnya

Soekarno dulu pernah berkata, bahwa ia hanya perlu 10 pemuda, untuk dapat mengguncangkan dunia. Kini kata-kata magis itu mulai terasa kebenarannya. Pasalnya Indonesia hari ini memiliki pemuda-pemuda yang kaya raya meski umurnya masih cukup belia.

Seperti dikutip dari MoneySmart, Majalah Forbes tahun lalu merilis daftar 300 orang terkaya di dunia yang usianya masih kurang dari 30 tahun. Uniknya, 10 nama pemuda asal Indonesia termasuk didalam list penuh prestise tersebut.

Kekayaan mereka memang berasal dari hal yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari bisnis makanan, e-commerce, bisnis furniture, musisi hingga desainer. Tapi mereka punya satu kesamaan yang sama, yakni berhasil membuktikan bahwa menjadi sukses dan kaya di usia muda bukanlah hal yang mustahil.

Lantas bagaimana mungkin mereka bisa mencapai hal tersebut? Bukankah pada umur yang sama, kebanyakan orang justru masih disibukkan dengan berbagai urusan asmara?

Kalau pertanyaan ini kita tanyakan kepada 10 pemuda dalam daftar diatas, tentu jawabannya akan sangat beragam. Tetapi setidaknya akan kita temukan 4 hal yang hampir pasti akan dilontarkan oleh kesepuluh pemuda tersebut.

Mari kita telisik mulai dari yang pertama.

1. Cobalah lebih menghargai waktu.

Sebagai sesama anak muda, saya paham betul betapa nikmatnya menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa. Apalagi saat tanggal merah menyapa. Rasanya untuk bisa bangun dari kasur pun sudah penuh perjuangan. Lagipula kalau kita bisa di kamar seharian, mengapa harus repot-repot pergi ke luar?

Sayangnya menghargai waktu merupakan kebiasaan orang-orang sukses di luar sana. Maka tak heran jika ada ungkapan “time is money”. Because every moment is costly. So you should make it worthy!

Jika kamu masih bersekolah/berkuliah, biasakanlah datang ke kelas tepat waktu. Pun jika kamu sudah bekerja. Usahakanlah untuk bisa selalu datang dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jangan sampai atasanmu pernah memergokimu tidak tepat waktu. Sebab hal itu bisa menjadi impresi negatif yang bisa saja ia ingat sewaktu-waktu.

Kalau kamu membuat janji dengan orang lain, hargailah waktu. Mulailah agenda itu pada jam yang telah disepakati sebelumnya. Jangan biasakan memberi toleransi kepada mereka yang masih suka terlambat. Pasalnya budaya inilah yang membuat kita menyepelekan waktu.

2. Always update!

Saat kamu sudah lebih menghargai waktu, kamu berpotensi mendapatkan waktu-waktu luang yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya. Waktu-waktu inilah yang harus kamu manfaatkan untuk mengerjakan lebih banyak hal. Dimulai dari mengikuti perkembangan terkini yang sedang terjadi di dunia hari ini. Just update!

Rajin-rajinlah membaca info terkini seputar masalah dunia dan teknologi. Cari tahu tren seperti apa yang sedang berkembang, startup apa yang sedang menanjak, bidang apa yang sedang mencuri banyak perhatian, dan sebagainya.

Medianya pun kini sudah sangat beragam. Kamu bisa membaca langsung di portal-portal berita, menonton video lewat YouTube, atau bahkan dengan mendengarkan podcast sembari melaksanakan aktivitas lainnya.

Daripada menghabiskan waktu dengan scrolling timeline yang semakin toxic, lebih baik menambah inspirasi dan wawasan bukan?

3. Mulailah mencoba.

Betapa banyak orang dengan bisnis beromzet puluhan juta, mengaku bermula dari coba-coba. Jadi bayangkan kalau coba-coba itu tak pernah sekalipun mereka lakukan. Sudah barang tentu, cerita bisnis mereka tidak akan pernah ada.

Maka mulailah mencoba sedari kini. Misal dengan mulai menekuni pekerjaan sampingan seperti freelance writer, jasa translator, menjadi influencer, menerima jasa desain grafis, atau membuka les privat. Orang yang membutuhkan jasa-jasa semacam ini sangat banyak, lho! Browsing saja kalau tidak percaya 😀

Kamu juga bisa memulai bisnis kecil-kecilan. Misalnya seperti menyediakan jasa katering, membuka waralaba makanan, membuka jasa titip (jastip), menjadi dropshipper, menjadi reseller pakaian, dan lain sebagainya.

Jangan takut mencoba karena merasa tidak punya modal. Sebab kebanyakan bisnis yang disebut barusan, bahkan bisa dimulai dengan modal nol rupiah!

Kalau kamu merasa tak kunjung memiliki ide yang pas, ada baiknya kamu menelusuri ragam ide yang lebih banyak lagi. Lewat #MoneySmartMenginspirasi misalnya, kamu bisa mendapatkan informasi seputar ide bisnis dan kerja sampingan yang cocok dikerjakan oleh berbagai kalangan. Klik saja tombol-tombol di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya.

4. Kelola uangmu secara lebih smart.

“Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”. Jadi kalau mau kaya, kamu harus berhemat. Lebih tepatnya lagi, kamu harus mengelola keuangan dengan lebih smart!

Mulailah menerapkan formula 50/30/20 ala Elizabeth Warren. Konsepnya sederhana: cukup bagi seluruh pendapatanmu dalam sebulan menjadi 3 kategori, yakni 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan.

Tentu mengelola keuangan dengan model ini bukan perkara mudah. Sekedar menyediakan uang untuk bisa ditabung saja bisa jadi sudah sangat sulit. Apalagi kalau kita masih begitu terbiasa melakukan pembelian-pembelian impulsif demi memenuhi keinginan sesaat.

Tapi sungguh, pengelolaan seperti ini harus mulai kita biasakan sedari sekarang. Sebab semakin tua nanti, tanggungan dan beban keuangan pun bisa jadi semakin banyak. Kalau tak lihai mengelola, bisa-bisa bencanalah yang dirasa.

Nah, kalau sudah ada yang bisa ditabung, maka menabungnya pun harus smart! Kalau definisi menabungnya masih sekedar mendiamkan sejumlah uang di celengan atau di Bank, maka definisi tersebut sudah sangat usang. Kamu harus menggunakan definisi yang lebih kekinian.

Definisi menabung yang lebih kekinian itu, ialah mendiamkan sejumlah uang pada aset-aset yang progresif. Misalnya dalam bentuk reksa dana, investasi saham, investasi properti, dan lain-lain. Mempelajarinya pun kini semakin mudah, sebab konten edukasi terhadap produk-produk investasi tersebut kini sudah semakin banyak.

Akan tetapi pada akhirnya kita akan kembali ke sebuah pertanyaan yang paling mendasar:

Untuk apa, sih, sukses dan kaya di usia muda?

Untuk apa kita berlelah-lelah bekerja dan mengumpulkan harta di saat orang-orang seusia kita bisa begitu bahagia menikmati kehidupan. Lagipula andaikan kamu sudah kaya, memangnya uang yang banyak itu mau dipakai untuk apa?

Pertanyaan semacam ini harus bisa kita jawab dengan nada pasti. Apabila kita belum mampu menjawabnya, maka kita akan mudah ragu saat mulai menjalankan tips-tips di atas. Sebab pertanyaan inilah yang harusnya menjadi motivasi tanpa henti dari setiap aktivitas kita dalam berekonomi.

Adapun kalau saya, punya prinsip “berbagi itu menghargai diri sendiri”. Artinya dengan berbagilah saya coba menghargai segala fasilitas dan kompetensi yang telah dianugerahkan Tuhan kepada diri ini. Jadi, supaya bisa lebih menghargai diri, saya harus lebih banyak berbagi. Dan supaya bisa lebih banyak berbagi, saya perlu memiliki kekayaan sedini mungkin.

Itu alasan saya. Bagaimana dengan kamu? Adakah kita memiliki motivasi yang sama? Let me know with your comments below.

2 thoughts on “Kaya di Usia Muda Bukan Hal Fana Asal Kamu Penuhi Syarat-syaratnya

  1. Sangat bermanfaat sekalii! Mudah dimengerti, membuka saw as an dan mampu diaplikasikan, ditunggu tulisan selanjutnya!

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: