Author

ariefardia

Browsing

Mama saya bekerja sebagai salah seorang Supervisor di salah satu Department Store di kota Bekasi. Namun akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), toko tempat mama bekerja terpaksa ditutup dulu untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Alhasil mama pun harus menghabiskan waktunya #dirumahaja. Untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terakhir, beliau bisa merasakan “libur” hingga 2 bulan lebih. Bahkan untuk pertama kalinya pula beliau bisa nyaman beribadah selama bulan Ramadan tanpa perlu dikejar-kejar pekerjaan.

Akan tetapi, terlalu lama di rumah rupanya bisa membuat penat juga. Apalagi sebelumnya Mama sudah sangat terbiasa dengan rutinitas bekerja dari hari ke hari. Mama jelas butuh mengisi waktu dengan berbagai aktivitas agar mampu menyalurkan energinya selama pandemi ini terjadi.

Karenanya, mama memutuskan untuk membuat kue lebaran sendiri. Selain karena membuat kue lumayan mengasyikkan bagi mama, langkah ini juga bisa menghemat anggaran pembelian kue lebaran nanti. Mama juga punya satu alasan personal yang sempat diutarakan secara langsung. “Siapa tahu kalau mama sudah pensiun nanti jadi bisa sambil jualan kue kan?”

Mama pun memulai petualangannya mencari resep kue kering lebaran di YouTube dan mulai mempraktekkan resep-resep tersebut. Beberapa tergolong berhasil dengan rasa kue yang lumayan enak, sedangkan sebagian lainnya justru berakhir tanpa bisa dimakan sama sekali. Entah karena kesalahan komposisi atau memang ada langkah yang terlewat dari panduan.

Usut punya usut, ternyata memang mencari resep di YouTube cukup menyulitkan mama. Terkadang mama tidak bisa mendapatkan video yang sebelumnya sudah beliau tonton dan malah menonton video dari Creator yang lainnya. Pun tidak semua Creator mampu menuliskan resepnya dengan jelas dan lengkap di dalam tayangan videonya sendiri.

Dari situ saya mulai sadar akan satu hal krusial. Bahwa mama membutuhkan platform resep masakan yang mudah diakses dan nyaman digunakan oleh perempuan seumuran mama.

Hasil penelusuran saya di Google mengantarkan saya pada suatu aplikasi yang bernama Yummy. Yummy App adalah aplikasi buatan IDN Media yang berisikan berbagai resep dan inspirasi makanan. Aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 500 ribu kali dan mendapat rating sebesar 4,4 dari 11.000 lebih pengguna di Google Play Store. Statistik ini sudah cukup meyakinkan saya untuk ikut mengunduh dan mencoba aplikasi yang satu ini.

Aplikasi resep masakan Yummy di Google Play Store.

Kesan Pertama Saya Mencoba Aplikasi Yummy

Kesan pertama saya ketika mencoba Yummy App ialah bahwa aplikasi ini memang ditujukan secara khusus bagi siapapun yang ingin belajar memasak. Betapa tidak? Tulisan pertama yang saya baca ketika memulai aplikasi ini adalah “Selamat siang Chef”. Artinya bahwa setiap user aplikasi ini memang sengaja dipanggil dengan sebutan Chef oleh Yummy App.

Berikutnya saya pun melakukan pencarian terhadap resep-resep kue kering lebaran yang ingin mama buat. Saya mencari dengan kata kunci “telur gabus” dan muncullah berbagai resep telur gabus yang dibagikan oleh para Chef Yummy. Penyajiannya dilengkapi dengan foto-foto yang membuat saya tertarik untuk melihat resepnya satu demi satu.

Saya pun memperlihatkan aplikasi ini kepada mama dan mengajaknya untuk mencoba mencari resep kue yang ingin beliau buat. Rupanya beliau mencari dengan kata kunci “ketapang” dan berhasil menemukan resep yang memiliki estimasi waktu pembuatan.

Alangkah terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa resep yang memiliki estimasi waktu pembuatan itu sudah dilengkapi dengan video pembuatan singkat. Durasi videonya hanya 1 menit! Namun sudah merangkum seluruh proses pembuatannya dari awal hingga tuntas.

Setiap resep di Yummy App rupanya juga sudah dilengkapi dengan daftar bahan yang detil dan lengkap. Resep masakan pada aplikasi ini juga memiliki panduan step-by-step yang dilengkapi dengan gambar pada setiap step-nya. Amat memudahkan untuk dilihat sembari mencobanya langsung di dapur.

Mama pun mencoba membuat kue Ketapang dan Telur Gabus dengan dibantu aplikasi Yummy App. Hasilnya, voila! Kue-kue kering itu sukses dibuat dengan rasa yang enak. Sungguh rasanya tak kalah jika dibandingkan dengan kue yang dipesan dari luar.

Ini berarti bahwa Yummy App benar-benar cocok bagi ibu saya. Karena fitur yang dibutuhkan oleh ibu saya rupanya dapat dipenuhi oleh Yummy App dengan cukup baik. Namun ketahuilah bahwa masih terdapat fitur-fitur lain dari aplikasi ini yang bisa membuat Anda ikutan kesengsem seperti mama saya.

Semua Fitur yang Patut Anda Coba dari Aplikasi Resep Masakan Yummy

Pertama adalah fitur pencarian resep berdasarkan bahan makanan apa yang sudah Anda miliki di rumah Anda. Tinggal ketikkan minimal 2 bahan yang Anda punya, lalu Yummy App akan menampilkan resep yang menarik untuk Anda coba.

Sebagai contoh, saya memasukkan bahan terong dan telur di kolom pencarian bahan. Kemudian Yummy pun menampilkan beberapa pilihan resep yang unik. Mulai dari sambel terong, terong balado, klothok terong, terong kukus, hingga Ratatouille.

Saya juga bisa membatasi pencarian saya berdasarkan kategori tertentu. Pasalnya Yummy App memiliki fitur Filter yang dapat membatasi pencarian resep berdasarkan harga, durasi memasak, atau jumlah porsi. Fitur ini sangat membantu siapa saja yang ingin memanfaatkan bahan-bahan di dapurnya tapi tidak tahu bisa dimasak jadi apa.

Adapun fitur kedua dari Yummy App yang menurut saya amat menarik ialah fitur upload resep yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Lewat fitur ini, siapa pun bisa membagikan resep yang sudah pernah ia gunakan agar orang lain juga bisa mencobanya.

Nantinya resep-resep ini akan terkumpul dalam tab Komunitas. Resep yang paling banyak dilihat orang-orang akan masuk kategori Trending dan Chef yang mengunggahnya berpotensi mendapatkan cuan dari resep tersebut.

Fitur ini bagi saya sangat menarik karena 2 alasan. Pertama, adanya wadah saling membagikan resep dapat memunculkan semangat agar yang membagikan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas masakannya. Orang-orang pun bisa saling belajar dari pengalaman sehingga peluang gagalnya suatu masakan bisa menurun.

Alasan pertama ini sebenarnya sudah cukup bagi orang-orang yang memang hobi memasak untuk dapat menyalurkan minat dan kesukaannya. Namun rupanya Yummy App juga berusaha memberikan komisi bagi mereka yang rajin membagikan resepnya hingga berhasil masuk kategori Trending.

Akibatnya muncullah alasan kedua, yakni bahwa fitur ini mampu menghadirkan rasa apresiasi bagi para Chef dan Kreator dalam dunia masak-memasak. Rasa apresiasi ini penting karena terkadang tidak bisa kita dapatkan dari keluarga dan orang terdekat yang mencicipi masakan kita.

Alih-alih memberikan feedback yang konstruktif, sebagian orang justru gemar memberikan kritik yang terlampau negatif pada hasil masakan kita. Wajarlah kalau kemudian kita jadi jengah untuk memasak makanan serupa atau bahkan jadi malas memasak lagi.

Apalagi kalau Anda adalah seorang ibu hamil atau ibu menyusui. Minimnya apresiasi dari aktivitas sehari-hari Anda seperti memasak sedikit banyak bisa membebani pikiran hingga dapat berdampak pada bayi.

Kedua fitur ini rasanya sudah cukup menjadi alasan bagi Anda untuk segera mengunduh aplikasi Yummy. Lagipula, aplikasi ini sangat cocok untuk berbagai kalangan yang memiliki berbagai kepentingan.

  • Bagi Anda yang gemar memasak, aplikasi ini dapat menjadi wadah komunitas baru yang positif untuk Anda.
  • Bagi Anda yang sekedar butuh memasak sehari-hari, aplikasi ini bisa memberikan inspirasi resep masakan yang sangat menarik untuk Anda coba.
  • Bagi Anda yang ingin belajar memasak, aplikasi ini dapat memberikan pengalaman belajar cara membuat masakan yang mudah dan menyenangkan.
  • Bagi Anda yang tidak ingin memasak, aplikasi ini bisa menjadi inspirasi untuk memberikan saran resep masakan kepada orang yang senang memasak di keluarga Anda. Saran tersebut juga lengkap dengan bahan dan langkah pembuatannya dari awal hingga tuntas.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasi Yummy di Play Store/App Store sekarang juga. Anda bisa langsung masuk ke laman aplikasinya lewat link ini (Play Store) atau link ini (App Store).

Cooking is made easier with inspiration from the Chef and Yummy Community!

Bagi mahasiswa, menghabiskan waktu bersama kawan memang begitu mengasyikkan. Bisa dengan berbagi cerita cinta, pergi ke bioskop bersama, atau bahkan membicarakan para pejabat bangsa yang selalu ada saja kelakuannya.

Karena para mahasiswa itu pada dasarnya juga anak muda. Mereka juga butuh banyak momen kebersamaan untuk bisa menciptakan ikatan antar sesamanya.

Tak terkecuali pada momen Ramadan. Di sela-sela aktivitas kuliah, Ramadan bisa menjadi salah satu bulan tersibuk bagi para mahasiswa. Daftar teman-teman satu grup atau komunitas bisa menjadi deretan yang sempurna untuk menjadi agenda buka puasa bersama setiap harinya.

Namun pengalaman berbeda kami rasakan tepat setahun yang lalu. Ketika kami harus menghabiskan malam sahur hingga waktu berbuka di laboratorium.

Ramadan di Laboratorium: Menuntaskan Kewajiban, Menjalin Kebersamaan

Kami menempuh studi di suatu jurusan yang berhubungan dengan Biologi. Karenanya, kami pun diharuskan melakukan penelitian dengan mengambil data di laboratorium sebagai bahan utama dalam menulis skripsi.

Penelitian tersebut memang sudah kami mulai sejak bulan September tahun sebelumnya. Namun sebagian besar penelitian memang masih belum dapat diselesaikan hingga masuk bulan Mei. Hal ini dikarenakan berbagai masalah teknis seperti ketersediaan alat dan bahan, juga masalah non-teknis seperti kesibukan di luar kuliah dan masalah intrapersonal.

Sementara itu, Ketua Program Studi kami mewajibkan seluruh penelitian harus selesai dilakukan pada bulan Juli. Padahal kampus akan ditutup selama 2 pekan pada bulan Juni dikarenakan libur Idul Fitri.

Oleh karenanya, mau tidak mau, kami harus menyelesaikan penelitian laboratorium itu tepat pada bulan suci Ramadan.

Jadilah laboratorium itu tak kalah penuh dengan mushala kampus yang biasa digunakan untuk sholat berjamaah. Para mahasiswa keluar-masuk bergantian untuk mengerjakan apa-apa yang memang menjadi kewajibannya kepada orang tua masing-masing.

Foto sore hari di depan laboratorium sambil menunggu waktu berbuka.

Kami pun melakukan pembagian tugas. Setiap harinya, setidaknya harus ada 2 orang yang pergi pada sore hari untuk membeli makanan berbuka. Jenis makanannya tergantung masing-masing pemesan. Yang jelas, harus selalu ada kurma sebagai takjil wajib yang tak boleh ketinggalan.

Pembelian takjil biasa kami lakukan di depan Universitas Padjajaran. Di situ ada pasar tumpah setiap sore dengan berbagai macam makanan berbuka yang menggugah selera. Beberapa diantaranya ialah kolak, pisang ijo, gorengan, telur gulung, sosis bakar, dan kue putu.

Pasukan pembeli takjil ini nantinya akan membawa berbungkus-bungkus makanan ke depan ruang laboratorium. Disitulah kami biasa menyantap menu berbuka bersama sambil beristirahat dari kepenatan mengerjakan penelitian seharian.

Hal serupa juga berlaku untuk makan sahur. Konon, selalu ada saja mahasiswa yang perlu menginap karena memang pengambilan sampelnya hanya bisa dilakukan di malam hari. Mereka pun bergantian membeli makan sahur sehabis sholat tarawih untuk disantap bersama saat waktunya tiba.

Pengalaman semacam ini memang terasa cukup asing. Di satu sisi, ada sedih yang muncul karena tak bisa menghabiskan momen Ramadan bersama keluarga. Namun di sisi lainnya, ada kesyukuran yang terus dipanjatkan karena merasa masih memiliki teman dalam jalur perjuangan yang sama.

Hari-hari itu terus berlanjut hingga memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Satu per satu sudah meninggalkan lab dan kembali ke rumah masing-masing. Ada yang memang sudah menyelesaikan penelitian. Ada juga yang sudah memilih untuk melanjutkannya lagi nanti setelah idul fitri.

Saya termasuk ke dalam kelompok yang pulang paling terakhir. Penghuni lab kala itu tersisa 6 orang saja dan kami menghabiskan sisa waktu Ramadan bersama. Kami semua pulang ke rumah masing-masing tepat 3 hari sebelum malam takbir.

Menyimpan Memori dalam Sebakul Kurma

Kini, memasuki Ramadan yang tinggal menghitung hari, kenangan di laboratorium itu kembali lekat dalam ikatan. Roda kehidupan pun sudah kembali berputar. Kami yang dulu sibuk menempuh pendidikan sarjana bersama, kini tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan dan urusan meraih cita-cita.

Rencana menyelenggarakan buka puasa bersama pun harus diurungkan akibat pandemi virus Corona yang belum dapat dikendalikan. Semua orang diwajibkan beraktivitas dari rumah demi memutus rantai penyebaran virus yang satu ini.

Tentu saja hal ini juga harus mendapatkan porsi kesyukuran tersendiri. Barangkali Allah memang menyediakan Ramadan tahun ini khusus untuk ibu dan bapak kami. Dua orang tercinta yang sering tak kami temani selama merantau demi menempuh pendidikan.

Beruntung komunikasi kami via grup WhatsApp masih dapat berjalan. Namun sensasinya jelas terasa berbeda dengan apa yang sudah kami rasakan satu tahun belakangan. Seperti ada bagian yang tak dapat diisi meski sudah bertatap muka lewat panggilan video.

Adalah sebakul kurma yang nampaknya dapat menjadi jawaban. Takjil wajib yang dulu selalu menemani kami membatalkan puasa di laboratorium. Makanan sederhana yang membelinya pun harus bergantian dan saling titip agar tak mengganggu penelitian masing-masing.

Sebakul kurma itulah amunisi utama dalam persiapan Ramadan tahun ini. Ia bukan lagi sekedar hidangan berbuka, melainkan telah menjelma menjadi memori penyimpan kenangan yang lekat bekasnya.

Berhubung mobilitas kita sedang dibatasi, sebakul kurma itu kini bisa didapatkan lewat Shopee. Apalagi tersedia banyak promo dan voucher gratis ongkir yang amat sayang untuk dilewatkan.

Beli kurma hanya di Shopee. Banyak promo dan voucher gratis ongkir!

Pada bulan Ramadan ini Shopee juga kembali menyelenggarakan #THRBigRamadhanSale2020, suatu program yang memungkinkan para penggunanya mendapatkan Tunjangan Hari Raya setelah berbelanja lewat aplikasi ini.

Sebakul kurma bisa menjadi awalan yang tepat untuk mengawali keikutsertaan pada program ini. Bukan tidak mungkin kalau sebakul kurma itu dapat bermuara pada THR dengan total hadiah hingga 25 juta rupiah dan beragam hadiah menarik lainnya.

Mari sambut Ramadan dengan sebakul kurma dan dapatkan sebakul kurma itu hanya di Shopee saja.

Lipstick kini sudah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi para wanita. Kosmetik bibir yang satu ini menjadi salah satu kosmetik yang wajib dipakai dalam berbagai acara dan kesempatan.

Pemilihan lipstick pun tak ubahnya menjadi sesuatu yang krusial. Pasalnya, lipstick dipercaya bukan hanya mampu memberi warna pada bibir. Tetapi juga dapat merefleksikan kepribadian dan mood yang ingin dimunculkan pada saat itu.

Memilih di antara lipstick matte dan glossy misalnya. Bisa jadi tidak sesederhana melakukan pembelian online di makeupaddictindo.com. Ada pertimbangan kecocokan dengan karakter bibir, kebiasaan menggunakan merk tertentu, dan lain sebagainya.

Namun sebelum bergerak lebih banyak, mari simak sedikit sains terkait lipstick sebagai berikut.

A Little Science Behind Matte & Glossy Lipsticks

Pada dasarnya, lipstick tersusun atas 3 bahan inti yakni lilin, pigmen, dan minyak. Lilin berfungsi memberikan struktur dan tekstur dari lipstick. Pigmen merupakan zat yang memberi warna pada lipstick. Sedangkan minyak berfungsi memberikan kelembapan pada bibir dan mengubah kepadatan lipstick.

Perbedaan komposisi ketiga bahan inilah yang membedakan lipstick matte dengan lipstick glossy. Lipstick matte memiliki kandungan lilin dan pigmen yang lebih banyak dengan sedikit minyak. Pemakaiannya menghasilkan bibir yang lebih kering dengan warna yang lebih dalam.

Sementara lipstick glossy memiliki kandungan minyak yang lebih banyak daripada kandungan lilin. Menghasilkan permukaan bibir yang lebih basah dengan warna yang lebih mengkilap. Pigmen pada lipstick glossy pun tidak sebanyak pada lipstick matte, karena dengan sedikit pigmen saja sudah dapat menghasilkan warna yang mentereng.

Perbedaan lipstick matte dan glossy. Sumber tertera.

Akibatnya, lipstick glossy secara umum hanya dapat bertahan pada jangka waktu yang relatif pendek. Sementara lipstick matte lebih sering dipilih untuk penggunaan dalam waktu yang lebih lama.

Inilah salah satu alasan mengapa kebanyakan wanita lebih menyukai lipstick matte ketimbang glossy. Ketahanannya merupakan nilai yang sebanding dengan effort yang harus dikeluarkan pada saat memakaikannya.

Dari sekian banyak lipstick matte di pasaran, baru-baru ini Absolute New York Indonesia mengeluarkan varian terbaru yang bisa didapatkan lewat pembelian online di makeupaddictindo.com. Varian yang sukses menyita perhatian banyak beauty vlogger dan beauty blogger itu bernama Lipstick Matte Made in Heaven.

Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York: 2-in-1 with 7 Unique Colors

Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York merupakan lipstick matte 2-in-1 yang terdiri dari liquid lipstick dan lip liner. Lipstick buatan Absolute New York Indonesia ini baru dirilis ke pasaran pada awal Februari 2020 yang lalu.

Absolute New York Indonesia selaku produsen tentu paham betul kalau memakai lip liner adalah urusan selera. Sebagian merasa wajib memakainya demi mempertegas bentuk dan garis bibir, sementara sebagian lainnya merasa terlalu ribet karena menginginkan yang praktis saja.

Bagi mereka yang senang memakai lip liner, tentu Lipstick Matte Made in Heaven akan sangat digemari. Pasalnya warna lip liner yang tersedia sudah pasti sama persis dan cocok dengan warna liquid lipstick yang tersedia. Kegelisahan mereka dalam menemukan warna lip liner yang sesuai dengan lipstick matte favorit berhasil dijawab Absolute New York Indonesia dengan sempurna.

Adapun bagi mereka yang kurang senang memakai lip liner, bisa mencoba pengalaman memakai lip liner ini untuk merapikan garis lipstick. Menggunakan lip liner sebagai lipstick juga dapat menjadi pengalaman yang seru. Utamanya jika sedang bosan memakai liquid lipstick dan membutuhkan sensasi yang baru.

Uniknya, Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York dirilis dengan 7 varian warna yang sangat unik dan berbeda satu sama lain. Menandakan kalau lipstick yang satu ini dapat dipakai dalam berbagai acara dan kesempatan.

Tampilan warna Lipstick Matte Made in Heaven. Credits to cewekbanget.id.

Sebagai contoh, ada varian Hyped dengan warna pink neon yang mengkilap seperti stabilo. Ada varian Bitten untuk warna merah darah klasik. Varian Sly dengan warna oranye kecoklatan untuk kamu yang bosan dengan warna pink. Atau varian Instinct dengan warna merah salmon yang cocok untuk semua warna kulit.

Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York ini juga terbebas dari paraben (paraben-free), sulfat (sulfate-free), f-talat (phthalate-free), dan wewangian (fragrance-free). Ketiadaan bahan-bahan sintetis ini menghasilkan lipstick yang aman digunakan dengan peluang iritasi yang minim.

Lipstick Matte Made in Heaven cocok untuk segala situasi (Dokpri).

Kabar bahagianya, lipstick matte yang satu ini dapat kamu beli secara online hanya dengan harga Rp94.500,-. Kamu bisa tetap #dirumahaja sambil memesan varian warna yang kamu suka. Cukup lakukan pembelian online di makeupaddictindo.com.

Some Pro Tips on Wearing Your Matte Lipsticks

Seperti sudah dijelaskan pada bagian mula, lipstick kini bukan lagi kosmetik biasa yang dapat dipilih dan dikenakan seenaknya. Ia sudah menjelma menjadi gaya hidup yang menyiratkan identitas diri dan suasana hati.

Karenanya, jika lipstick matte favoritmu sudah ada dalam genggaman, gunakanlah dengan seefektif mungkin. Apalagi jika itu adalah Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York. Amat disayangkan kalau pemakaiannya tidak dimaksimalkan.

Setelah melakukan pembelian online di makeupaddictindo.com, mari simak beberapa tips dari para profesional terkait cara menggunakan lipstick matte sebagai berikut.

  1. Hindari memakai lipstick matte langsung pada permukaan bibir yang terlalu kering.

    Hal ini dapat menyebabkan permukaan bibir terlalu kering dan mudah pecah. Sebagai gantinya, gunakanlah lip balm dan tisu basah sebelum memakai lipstick matte apabila bibir terlalu kering.

  2. Lebihkan penggunaan lip liner pada sisi-sisi bibir sebelum memakai liquid lipstick.

    Hal ini dapat mengatasi masalah liquid lipstick yang mengering terlalu cepat karena dapat mengganggu bentuk garis dan keutuhan warna.

  3. Jangan menggunakan lipstick terlalu tebal.

    Cukup oleskan lapisan yang tipis agar bibir tidak terlalu lengket dan cakey. Hasil yang smooth bisa kamu dapatkan dengan mengoleskan lapisan berikutnya ketika lipstick masih cukup basah dan jangan menunggu kering.

  4. Jika diperlukan, gunakanlah foundation.

    Pemakaian foundation bertujuan menutupi sel-sel kulit mati pada permukaan bibir.

Liquid Lipstick Do’s and Dont’s by Stephanie Lange.

Pada akhirnya, lipstick matte memang menjadi pilihan banyak wanita karena keutuhan warnanya dapat bertahan dalam waktu yang lama. Apalagi Lipstick Matte Made in Heaven Absolute New York yang memiliki 7 varian warna unik untuk berbagai acara dan keperluan.

Memang dibutuhkan effort yang sedikit lebih untuk mengaplikasikannya demi hasil yang sempurna. Namun effort tersebut nampaknya memang sebanding dengan kepuasan ketika melihat bibir yang menawan.

Go, buy, and have your own Matte Made in Heaven only from here.

Bagi sebagian orang, memilih oli bisa menjadi perkara yang sedikit runyam. Pasalnya salah-salah memilih justru bisa berakibat fatal pada turunnya performa dan kualitas mesin.

Namun bagi sebagian yang lain, jangankan urusan memilih oli, mengganti oli secara rutin pun barangkali sudah menjadi sebuah prestasi. Tak sedikit pemilik kendaraan yang masih ogah mengganti oli. Boros waktu dan uang, kata mereka. Padahal kenyataannya justru berbanding terbalik.

“Dengan rutin mengganti oli, Anda justru sudah lebih berhemat dalam membelanjakan kendaraan Anda.”

Mengapa hal demikian dapat terjadi? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Alasan Krusial Dibalik Pentingnya Mengganti Oli Secara Rutin

Kendaraan Anda dapat berjalan berkat komponen-komponen yang saling bergerak dan bergesekan satu sama lain di dalam mesin. Gesekan tersebut tentu akan menghasilkan panas seiring bergeraknya kendaraan Anda dari tempat asal ke tempat tujuan.

Karenanya, dibutuhkanlah suatu pelumas yang dapat memperlancar gesekan antar komponen serta mampu menyerap panas yang ditimbulkan. Pelumas itulah yang kita kenal dengan sebutan oli.

Lantas apa yang terjadi jika oli kendaraan Anda tak kunjung diganti?

Yang terjadi adalah oli tersebut akan semakin dipenuhi oleh kotoran dan debu seiring dengan penggunaannya yang kian intens. Kehadiran partikel tambahan inilah yang dapat menurunkan kapasitas serapan panas pada oli sehingga oli tidak lagi berfungsi sebagai pendingin mesin.

Efek yang akan terasa langsung oleh Anda sebagai pengguna adalah mesin kendaraan yang semakin cepat panas. Meskipun hanya dijalankan pada jarak dekat, suhu mesin Anda bisa berubah drastis menjadi sangat panas dalam waktu singkat.

Padahal panas tersebut dapat mengakibatkan pembakaran bensin menjadi kurang optimal. Hasilnya, efisiensi bahan bakar pun menurun dan mau tidak mau Anda pun menjadi lebih cepat mengisi bahan bakar dalam rentang jarak tempuh yang sama.

Lama-kelamaan, oli yang sudah kotor namun tetap dipaksakan dipakai itu akan semakin dipenuhi oleh partikel kotoran dan debu. Oli pun menjadi semakin padat dan bentuknya berubah menyerupai lumpur. Oli semacam ini apabila melewati komponen mesin hanya akan mempercepat terjadinya proses korosi.

Oleh karena itu, mengganti oli secara rutin mau tidak mau sudah menjadi sebuah keharusan. Kalau tidak mau membayar lebih untuk biaya servis di kemudian hari, ganti oli secara rutin saja sedari kini.

Bukti Ekonomis Dari Upaya Ganti Oli yang Cost Effective

Secara ekonomis, manfaat ganti oli secara rutin memang baru akan efektif secara ekonomi (cost effective) apabila kita memosisikan diri di masa depan. Alih-alih harus membayar mahal untuk biaya servis dan reparasi, mengapa tidak membayar harga yang jauh lebih murah meskipun harus berkali-kali?

Seorang rekan saya misalnya, pernah menghabiskan dana hingga Rp 1,5 juta untuk sekali servis motor matic-nya yang keluaran lama. Alasannya karena beberapa komponen mesin umurnya lebih cepat berakhir daripada yang semestinya. Setelah ditelusuri, rupanya hal itu bermula dari kebiasaannya yang malas mengganti oli motor matic.

Penulis jadi membayangkan. Kalau motor matic yang tidak terlalu ruwet saja bisa menghabiskan dana segitu untuk satu kali servis skala menengah ke berat, berapa harga yang harus dibayar untuk motor-motor yang jauh lebih mahal? Lima puluh juta? Seratus juta? Atau malahan bisa lebih?

Adapun menurut U.S. Department of Energy, aksi mengganti oli secara rutin juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar hingga 1-2%. Angka ini sepintas memang terlihat sangat kecil. Tetapi mari kita lakukan sedikit simulasi untuk melihat signifikansinya.

Dalam seminggu, berapa liter kira-kira bensin yang Anda habiskan? Jawabannya tentu akan bervariasi dan sangat bergantung pada intensitas pemakaian kendaraan masing-masing individu. Untuk mempermudah, marilah kita ambil angka rata-rata 5 liter bbm per minggu.

Satu tahun terdiri dari 52 minggu, sehingga rata-rata konsumsi BBM per tahun dalam kasus ini ialah sebesar 260 liter. Maka dari itu, penghematan 1-2% akan setara dengan 2,6 s/d 5,2 liter.

Lagi-lagi angka ini terlihat begitu kecil. Apalagi harga bensin rata-rata berada pada kisaran Rp 8.000,-. Hal ini berarti aksi ganti oli rutin lewat simulasi ini hanya dapat menghemat pengeluaran bahan bakar maksimal sebesar Rp 50.000,- per tahun.

Tetapi bayangkanlah jika aksi ini diikuti oleh ratusan, bahkan ribuan pemilik kendaraan di luar sana. Penghematan satu digit BBM yang kita lakukan dapat berakhir pada penghematan ratusan ribu liter BBM dalam skala negara.

Kondisi yang lebih memihak pada aspek keberlangsungan (sustainability) ini dapat turut serta dalam menjaga harga minyak dunia agar tak mudah naik sehingga biaya bensin pun tak perlu sering-sering naik.

Sampai disini, alasan logis dan ekonomis sudah sama-sama dijabarkan. Waktunya beralih ke pertanyaan pamungkas, oli manakah yang terbaik untuk kendaraan saya dan memenuhi kriteria cost effective?

Enduro: Oli Motor Terbaik untuk Kendaraan Anda

Ada satu merk oli yang patut Anda coba segera ke kendaraan Anda. Merk tersebut merupakan produk dari PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan dari PT Pertamina. Merk itu dikenal dengan nama Enduro.

Enduro merupakan oli berkualitas tinggi yang didesain untuk mengurangi friksi pada komponen kendaraan ketika mengalami kondisi suhu dan kecepatan yang tinggi. Enduro memiliki viskositas yang rendah sehingga dapat memperlancar sirkulasi oli dan mengefisienkan penggunaan bahan bakar.

Beberapa contoh varian oli Enduro yang sudah beredar di pasaran ialah Enduro 4T, Enduro 4T Racing, Enduro 4T Sport, Enduro Gear 4T, Enduro Matic, dan Enduro Matic-G. Kecocokan merk-merk ini akan sangat bergantung pada jenis kendaraan Anda, termasuk spesifikasi komponen ekstra apabila ada.

Selain Enduro, Pertamina Lubricants juga memiliki merk oli Fastron yang tak kalah unggulnya. Oli Fastron umumnya lebih banyak digunakan pada mobil, tetapi dapat juga digunakan pada motor. Contohnya seperti varian Fastron Techno 10W-40 dan Fastron Gold 5W-30.

Keunggulan oli Fastron tentu saja tak kalah dengan oli Enduro. Perbedaannya hanya terletak pada faktor kecocokan oli dengan karakter friksi (friction character) pada komponen kendaraan Anda. Maka dari itu, pelajarilah kedua merk ini dengan seksama sebelum Anda memutuskan untuk mengganti oli.

Adapun terkait harga, oli motor terbaik ini juga memiliki harga yang relatif terjangkau. Penggantiannya bisa Anda lakukan di booth Enduro Express yang sudah tersedia di banyak SPBU Pertamina. Apalagi ia juga sudah dapat dibeli secara online. Tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk tidak memakai oli terbaik ini pada kendaraan Anda.

Karenanya tak heran jika PT Pertamina Lubricants dianugerahi berbagai macam penghargaan. Seperti penghargaan ‘The Most Promising Company in Branding Campaign” dan “The Most Promising Company in Marketing 3.0” dalam ajang BUMN Marketeers Award 2018. Terbuktilah kalau Fastron dan Enduro masih memimpin pasar oli domestik di tengah persaingan bisnis pelumas yang kian sengit.

Siap bergabung menjadi Sahabat Enduro? Ikuti juga akun yang satu ini di Instagram.

Saya memiliki seorang kawan. Saat masih duduk di bangku kelas XI dulu, ia bukan tergolong anak yang memiliki prestasi akademik cemerlang. Bahkan tak jarang ia harus mengikuti remedial pasca Ujian Akhir Semester demi memenuhi nilai KKM yang ditetapkan.

Kini ia sedang mengikuti program Management Trainee di salah satu perusahaan konsultan Engineering di Jakarta. Jenjang karirnya mantap ia tapak setelah berhasil lulus dari salah satu PTN di Yogyakarta dengan predikat cum laude beberapa bulan yang lalu. Salut!

Ada juga kawan saya yang satu lagi. Satu almamater dengan saya dari kampus Ganesha. Tidak lulus cum laude memang, namun tetap saja intelektualitasnya di atas rata-rata.

Kawan saya ini baru menganggur 2 bulan. Tetapi rungsingnya luar biasa. Beberapa interview sudah ia ikuti, namun sepertinya memang belum rejeki. Waktu luangnya pun jadi tidak produktif. Amat kontras dengan sosoknya yang saya kenal sebagai salah seorang aktivis semasa masih di kampus dulu.

Bukan. Saya bukan hendak mendiskreditkan kawan saya, apalagi almamater saya. Namun ada satu hal penting yang mesti kita pahami: bahwa pendidikan formal itu belum cukup untuk bisa menghasilkan Sumber Daya Manusia yang benar-benar unggul.

Bolehlah saya analogikan seperti sebuah kayu. Proses pengolahan kayu di hutan untuk menjadi balok-balok kayu tentu dapat dilakukan oleh mesin. Tetapi untuk mengubah balok-balok kayu tersebut menjadi furnitur berharga ratusan juta, praktis dibutuhkan seniman dan pengrajin yang handal.

Analogi Kayu (Dokumentasi pribadi).

Mesin kayu itulah yang analog dengan pendidikan formal. Perguruan tinggi jelas memegang andil dalam membentuk SDM dengan standar kualitas yang kita sebut sebagai sarjana. Tetapi untuk mengubah sarjana tersebut menjadi manusia yang unggul hingga mampu berkarya untuk bangsa dan negaranya, tentu diperlukan peran dari pihak-pihak yang lain.

Ada peran guru atau dosen yang tak sekedar menurunkan bahan studi, tetapi juga rutin membagikan inspirasi. Ada peran orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan ruang kepada anaknya, agar ia bisa bebas berkarya.

Ada juga peran organisasi, baik di level sekolah maupun kampus, yang menghadirkan wadah pembelajaran tak bertepi. Bahkan ada juga peran media, yang berusaha menyajikan konten dan tontonan berkualitas di layar gawaiAnda.

Banyak pihak yang dapat mengisi posisi seniman atau pengrajin handal dalam analogi kayu. Salah satunya ialah Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan Kadin.

Mengenal Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)

Kadin merupakan suatu wadah bagi para pengusaha Indonesia, baik di bidang usaha negara, usaha koperasi, atau pun usaha swasta. Cita-citanya ialah mewujudkan dunia usaha Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi, dengan bertumpu pada keunggulan Sumber Daya Nasional dan memerhatikan prinsip keseimbangan.

Nama Kadin mungkin masih terdengar cukup asing bagi sebagian orang. Padahal Kadin Indonesia hari ini sudah menginjak umur ke-51 tahun. Pertama kali dibentuk pada 24 September 1968, organisasi ini juga sudah diakui secara legal oleh pemerintah RI lewat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri.

Secara aktif Kadin mengadakan program-program pembinaan bagi pengusaha Indonesia. Mulai dari Pelatihan Digital Interaktif Marketing Tools, Workshop dari Bisnis Offline ke Bisnis Online, hingga Pelatihan Agroenergi untuk UMKM.

Kadin juga gemar berkolaborasi dengan pihak-pihak lainnya dalam mengadakan program pembinaan. Misalnya dengan mengadakan Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bersama Lemhanas dan Pelatihan Bisnis Berintegritas bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Deretan program pembinaan ini memperlihatkan bahwa Kadin menaruh perhatian besar pada pengembangan potensi Sumber Daya Manusia di Indonesia. Nampaknya Kadin percaya, bahwa SDM yang unggul merupakan batu bata penting dalam memperkuat pondasi industri yang menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia juga aktif melakukan komunikasi dengan pengusaha dari berbagai bidang. Salah satu buktinya ialah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tantangan industri masa kini secara spesifik. Beberapa FGD yang pernah digelar diantaranya membahas tentang sawit, gula, jagung, kelapa, baja impor, kakao, dan blockchain.

Agenda seperti konferensi, pameran, hingga Rapat Koordinasi (Rakor) juga tak ketinggalan digelar oleh Kadin. Agenda-agenda ini dijalankan demi memenuhi fungsi informasi, representasi, konsultasi, dan advokasi yang diamanatkan oleh pemerintah melalui UU Nomor 1 Tahun 1987 kepada Kadin.

(Dokumentasi pribadi).

Kontribusi Kadin dalam mendukung perekonomian Indonesia selama 51 tahun jelas tak perlu diragukan. Namun segudang pekerjaan masih menanti. Pasalnya tantangan di dunia industri semakin bervariasi. Siapa yang gagap beradaptasi, harus siap tergilas kompetisi.

Industri sawit misalnya, tengah menghadapi ketegangan menghadapi kebijakan countervailing dari Uni Eropa. Pemerintah pun sudah menanggapi dengan mengeluarkan berbagai produk kebijakan dan melakukan diplomasi. Namun sampai saat ini belum terlihat jalan terang dari kedua belah pihak, sehingga industri sawit dalam negeri pun harus siap menerima dampak.

Tantangan juga datang dari industri kertas yang tengah kesulitan melakukan impor bahan baku. Penyebabnya adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 84 Tahun 2019 yang mengatur tentang impor limbah tidak berbahaya sebagai bahan baku industri. Kebutuhan advokasi pun menjadi mendesak agar industri kertas domestik bisa tetap bertahan.

Jangan lupakan juga industri tekstil dalam negeri yang perlu mendapatkan perhatian. Pertumbuhannya cukup terganggu lantaran besarnya keran impor yang dibuka oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Karenanya, penyediaan ruang perlu dilakukan agar industri tekstil dalam negeri bisa berkembang.

Tantangan-tantangan itu semakin beragam karena mengikuti zaman yang kian berubah. Disrupsi teknologi, profil milenial, hingga ancaman kelestarian lingkungan akan menjadi bahan garapan bagi Kadin kedepan.

Oleh karena itu, masih dalam momentum pasca Rapimnas Kadin tahun 2019, ditambah momentum dimulainya dekade yang baru di tahun 2020, saya hendak menyampaikan 3 harapan bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

3 Harapan Bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia

Pertama, interaksi antara perguruan tinggi dengan industri perlu ditingkatkan lagi. Interaksi yang dimaksud tentu bukan sekedar menyelenggarakan event kolaborasi berbentuk seminar atau pameran, melainkan interaksi yang lebih dalam lagi.

Misalnya dengan memperbanyak program seperti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang dihelat oleh BUMN. Tujuannya supaya para mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman kerja meskipun belum menyandang gelar sarjana atau diploma.

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat. Sumber: ITB Career Center.

Industri tentu berpotensi mendapatkan keuntungan berupa tenaga kerja terdidik dengan biaya yang murah. Sementara pihak kampus juga dapat diuntungkan dengan paparan industri yang lebih intens. Paparan ini amat berguna dalam merumuskan arah riset agar dihasilkan produk teknologi yang benar-benar tepat guna.

Dalam kasus ini, Kadin Indonesia dapat menjalankan perannya dengan membangun komunikasi kepada Kemenristekdikti dan industri-industri. Komunikasi ini juga perlu dilakukan dengan cepat. Pasalnya jika interaksi ini lambat dibangun, bukan tidak mungkin Indonesia berpotensi menghadapi ledakan pengangguran dalam 5-10 tahun kedepan.

(Dokumentasi pribadi)

Harapan kedua adalah mendorong industri-industri yang ada agar semakin memerhatikan aspek keberlanjutan (sustainability). Aspek ini sudah menjadi tren utama di dunia industri global, tetapi masih cukup banyak industri dalam negeri yang belum tertarik untuk bergerak ke arah sana.

Mengapa aspek keberlanjutan dapat menjadi tren utama di dunia industri global? Jawabannya tentu saja karena dengan memerhatikan aspek tersebut sebuah industri berpotensi meraup profit yang lebih besar.

Mari ambil contoh industri peternakan sapi. Alih-alih membuang limbah kotoran sapi ke sungai, jauh lebih baik membuat instalasi biodigester untuk memproduksi biogas. Biogas tersebut nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal, baik kebutuhan listrik proses maupun kebutuhan listrik sehari-hari.

Biodigester. Sumber: ayobandung.com.

Fraksi padat yang tidak dapat diolah menjadi biogas juga masih bisa diolah menjadi kompos. Sementara residu yang berwujud cair dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC). Emisi limbah ke lingkungan pun dapat ditekan dan industri tersebut berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan dari produk samping yang dihasilkan.

Contoh lainnya misal industri minyak nilam. Industri minyak atsiri ini masih mengandalkan proses termokimia sehingga menghasilkan limbah kimia yang tidak mudah untuk diolah. Padahal, proses biologis bisa diterapkan dengan memanfaatkan jamur yang dapat digunakan berulang kali dan minim limbah.

Tentu saja cara-cara di atas mudah dijabarkan secara konsep, namun lumayan sulit untuk diterapkan di lapangan. Maka dari itu, Kadin perlu menggiatkan pembinaan tentang industri yang terintegrasi (terpadu) agar masing-masing sektor dapat menghasilkan proses yang lebih bersih dan mendukung keberlanjutan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Nomor 9 tentang industri. (Sumber: un.or.id).

Proses pembinaan ini juga dapat dilakukan dengan menggandeng pihak universitas agar ruang diskusi antara akademisi dengan pihak industri semakin intens. Kadin nantinya dapat lebih fokus dalam mendorong hilirisasi industri pada level yang lebih strategis.

Adapun harapan ketiga saya bagi Kamar Dagang dan Industri Indonesia ialah mempererat komunikasi dengan institusi serupa di Asia Tenggara. Asia Tenggara sendiri sudah digadang-gadang dapat menjadi kekuatan ekonomi baru akibat pertumbuhannya yang begitu baik dalam beberapa tahun ke depan.

Bukan tidak mungkin jika perang dagang akan semakin ketat kedepan. Uni Eropa, Amerika, atau bahkan Cina bisa saja mengeluarkan kebijakan proteksi demi mengamankan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya masing-masing.

Hal inilah yang perlu diantisipasi dengan membangun kekuatan ekonomi di ASEAN. Pun jika tidak ada perang dagang, kekuatan ekonomi ini bisa menggairahkan industri pada level domestik untuk melakukan perdagangan di level regional.

Industri di ASEAN diperkirakan dapat menjadi kekuatan ekonomi yang baru. Sumber: A.T. Kearney.

Ketiga harapan di atas tentu tidak dapat terwujud dalam waktu singkat. Satu dekade pun belum tentu cukup. Namun pilihan Kadin untuk semakin fokus pada penyiapan SDM unggul membuat saya optimis dengan harapan-harapan ini.

Kembali ke analogi kayu, Kadin dapat mengisi peran sebagai seniman atau pengrajin handal yang mengubah balok-balok kayu menjadi furnitur berharga milyaran. Sumber daya, posisi, dan koneksi yang sudah dibangun Kadin selama 51 tahun terakhir tentu saja menjadi modal yang lebih dari cukup untuk melaksanakan tugas mulia ini.

Akan tetapi menyerahkan segala pekerjaan itu kepada Kadin semata juga bukan hal yang baik. Partisipasi dari berbagai pihak jelas dibutuhkan dalam mewujudkan harapan-harapan ini. Baik itu pihak pemerintah, pihak swasta, pelaku usaha, institusi pendidikan hingga pihak NGO dan media.

Selamat berkolaborasi di dekade yang baru.

Pagi itu saya dipaksa berkeliling di kota Bekasi. Mulanya, saya hanya ingin membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) baru untuk keperluan melamar pekerjaan. Tetapi birokrasi yang belum efisien mau tidak mau membuat saya pulang dengan tangan hampa.

Mulanya saya datang ke Polres Metro Kota Bekasi. Namun ternyata mereka tidak melayani pembuatan SKCK baru kecuali pada waktu malam (17.00 – 05.00) dan harus sudah mengisi antrean online satu hari sebelumnya. Saya pun diarahkan menuju Mal Pelayanan Publik BTC. Sayangnya pembuatan SKCK di tempat tersebut hanya untuk 2 kelurahan di luar kelurahan tempat saya tinggal.

Saya pun bergerak menuju Mal Pelayanan Publik Mega Bekasi. Namun kehadiran saya pada jam 10 pagi itu sia-sia karena ternyata orang-orang sudah mengantre dari jam 6 pagi untuk berebut formulir yang jumlahnya terbatas.

Kesal, jengkel dan lelah jelas bercampur aduk. Sayangnya saya bukan tipikal orang yang suka berlama-lama di mal, sehingga saya memutuskan untuk segera keluar mal menggunakan sepeda motor. Mumpung masih di pusat kota Bekasi, mengapa tidak saya manfaatkan untuk keliling sejenak sambil menyegarkan pikiran?

Maka berkendaralah saya di kota metropolitan ini. Pemandangannya jelas sudah sangat berbeda dengan 4 tahun lalu sebelum saya merantau ke Bandung. Kota ini sudah penuh sesak dengan mal-mal besar dan gedung perkantoran yang tinggi. Tampilan Stadion Patriot yang ikonik itu pun sudah semakin megah layaknya stadion sepakbola di Eropa sana.

Stadion Patriot. Sumber: Pinterest/rizkyrizgun.

Hingga sampailah saya di Jalan Agus Salim. Jarak tempuhnya tak sampai 10 menit dari Stadion Patriot di Jalan Ahmad Yani, tetapi pemandangannya sangat kontras. Jika Jalan Ahmad Yani memiliki susunan bangku dan taman pinggiran yang rapi, Jalan Agus Salim justru seperti tak diurus sama sekali. Padahal di Jalan Agus Salim terdapat satu cagar budaya penting bagi orang Bekasi yaitu Tugu Perjuangan.

Saya pun memarkirkan kendaraan di minimarket dekat monumen tersebut, membeli minuman ringan, lalu duduk menatapi monumen yang terletak persis di pertigaan jalan itu. “Pasti ada sesuatu yang salah di sini”, gumam saya dalam hati.

Tugu Perjuangan, Masihkah Relevan?

Berdasarkan informasi yang tertulis di nisan tugu, Tugu Perjuangan merupakan cagar budaya yang dibangun sebagai napak tilas para pahlawan di tanah Bekasi. Konon di wilayah sekitar Tugu Perjuangan sering terjadi pertempuran antara para pejuang RI dengan penjajah Sekutu dan Belanda. Titik ini bahkan menjadi sejarah dibumihanguskannya Bekasi sebelah Barat dan sebelah Timur pada masa perjuangan tersebut.

Tugu Perjuangan Bekasi di pertemuan Jalan Agus Salim dan Jalan Ki Mangun Karso (Dok. Pribadi).

Bagian kepala Tugu Perjuangan terdiri dari pecahan peluru, meriam, granat tangan, selongsong peluru, serta pistol Buldoch yang biasa digunakan oleh para pejuang. Adanya alat perang yang bermacam-macam ini mengisyaratkan satu makna penting: bahwa sejak dulu perjuangan hanya dapat diwujudkan dengan gotong-royong. Bukan dengan satu-dua alat peperangan semata.

Tulisan di Nisan Tugu Perjuangan Bekasi (Dok. Pribadi).

Pertanyaannya, masih adakah semangat gotong royong itu pada masyarakat Bekasi?

Menjawabnya tentu sangat sulit, sebab kita perlu suatu bukti yang konkret agar kita percaya diri dalam mengutarakannya.

Adakah RT/RW yang masih rutin melakukan kerja bakti? Tentu saja ada. Tetapi yang mampu menyelenggarakan kerja bakti setiap bulan sudah pasti terbilang langka.

Adakah sekelompok masyarakat yang masih menerapkan sistem ronda bergilir? Tentu juga masih ada. Namun yang mampu konsisten melaksanakannya tentu dapat dihitung jari.

Selain 2 contoh sederhana di atas, fenomena apa lagi yang bisa kita lihat sebagai bentuk gotong royong? Pengerjaan proyek jalan dan jembatan tentu saja tidak bisa kita golongkan kesini. Toh sebagian besar pekerjanya juga bukan berasal dari kawasan metropolitan ini.

Akhirnya kita kesulitan menemukan fenomena gotong royong di dalam masyarakat ini. Entah karena gotong royong sudah tak lagi relevan, atau justru kita yang sudah minim interpretasi akan makna gotong royong itu sendiri. Satu yang pasti, bahwa krisis gotong royong ini terjadi beriringan dengan kurang terurusnya cagar budaya yang membawa pesan akan nilai gotong royong tersebut.

Cagar Budaya itu Menjaga, Bukan Dijaga!

Tugu Perjuangan adalah cagar budaya. Karenanya, melihat dari perspektif cagar budaya menjadi penting agar kita dapat menemukan duduk perkara yang tepat.

Bagi kebanyakan orang, cagar budaya itu harus dijaga agar terpelihara kelestariannya. Namun bagi saya, cagar budaya itu justru menjaga dan bukan dijaga. Dengan kata lain, menurut saya, sesungguhnya cagar budaya itu lah yang menjaga kita dan bukan kita yang menjaga cagar budaya.

Pemahaman ini lahir begitu saya melihat perkembangan kota Bekasi yang begitu pesat. Gedung-gedung perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan, jalan layang dan bebas hambatan. Hampir semua infrastruktur kota metropolitan berhasil dibangun di sini hanya dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir.

Metropolitan Mall, satu bukti pesatnya pembangunan di kota Bekasi. Sumber: malmetropolitan.com.

Lantas apa yang nantinya akan membedakan kota Bekasi dengan kota-kota besar lainnya? Apa yang membedakan Bekasi dengan Jakarta, dengan Depok, Tangerang, atau bahkan Bogor? Apakah hanya masalah letak geografis di atas peta dan cuaca panas yang lebih intens daripada tempat lainnya?

Tentu saja jawabannya tidak. Bekasi harus punya identitas sendiri yang membedakannya dengan kota lainnya. Infrastruktur boleh sama, tapi ciri khas harus tetap ada. Lagi pula bukankah julukan Kota Patriot hanya diberikan kepada kota Bekasi dan bukan kota lainnya? Sebagaimana julukan Kota Kembang hanya diberikan kepada kota Bandung dan kota Hujan hanya diberikan kepada kota Bogor. Setiap kota tidak boleh kehilangan identitas dan ciri khasnya.

Inilah pentingnya cagar budaya. Sebagai peninggalan yang telah bertahan puluhan atau bahkan ratusan tahun lamanya, cagar budaya merupakan entitas penting yang menjadi saksi sejarah suatu kota. Ia berdiri kokoh menemani masyarakat kita beregenerasi dari era kerajaan, era penjajahan, era perjuangan, hingga era reformasi dan era keterbukaan informasi seperti sekarang ini.

Cagar budaya tak ubahnya seperti memento yang ditinggalkan oleh para pendahulu kepada generasi-generasi setelahnya. Cagar budaya seakan menjadi media komunikasi lintas generasi yang membawa pesan-pesan berupa nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Kemampuannya untuk terus terhubung dengan masa lalu ini jelas tak dapat ditandingi dengan teknologi komunikasi apa pun yang tersedia hari ini.

Sayangnya pengoptimalan cagar budaya tak akan terealisasi jika hanya dijadikan pandangan. Kita butuh sebuah solusi yang efektif dan efisien supaya kita tidak dikalahkan oleh waktu yang secara konsisten menggerogoti bagian demi bagian dari cagar budaya.

Berkolaborasi, Bergotong-royong Kembali

Tugu Perjuangan tentu bukan satu-satunya cagar budaya di kota Bekasi. Masih banyak cagar budaya yang lain dan beberapa diantaranya bahkan masih aktif berfungsi. Sebut saja misalnya Rumah Adat Bekasi dan Sumur Kembar di Kranggan atau Tugu Bambu Runcing di area Hutan Kota Bekasi.

Tugu Perjuangan, Adakah Kurang Terurus? (Dok. Pribadi).

Anggaran Pemerintah Kota pun terbatas, sehingga muncullah prioritas. Cagar budaya seperti Rumah Adat tentu didahulukan karena memiliki nilai dari segi pariwisata. Sangat berbeda dengan Tugu Perjuangan yang terletak di pertigaan jalan dan sulit dikunjungi wisatawan.

Namun cagar budaya tetaplah cagar budaya. Masing-masing tetap memiliki keunikan dan kedalaman pesan tersendiri sehingga tidak ada satu pun cagar budaya yang boleh dikesampingkan. Karenanya, dibutuhkan peran dan sokongan dari banyak pihak untuk merawat semua cagar budaya yang ada di kawasan ini.

Pemkot mungkin terbatas pada masalah anggaran. Artinya, pihak swasta dapat diberikan ruang untuk ikut serta dalam pembiayaan ini. Alokasinya tentu tak mesti harus dana CSR. Dana periklanan pun bisa dimanfaatkan jika cerdik mengambil aspek pelestarian sebagai nilai tambah perusahaan.

Akses kepada para peneliti dan institusi pendidikan juga perlu diperlebar. Dalam kasus Tugu Perjuangan misalnya, tiadakah peneliti yang tertarik memperdalam material peluru yang digunakan oleh para pejuang kita dahulu? Kimiawan, arkeolog, biologis, ahli geologi, hingga ahli material tentu dapat bersinergi menggarap lahan penelitian yang belum banyak dieksplor ini.

Sebagai cagar budaya Indonesia, Tugu Perjuangan perlu mendapat perhatian (Dok. Pribadi).

Para ahli perencanaan tata kota dan pengembang wilayah juga perlu didekatkan dengan cagar budaya. Bagaimana caranya, pembangunan yang dilakukan tidak boleh menghapus identitas dan ciri khas dari tiap-tiap cagar budaya. Lebih bagus lagi kalau cagar budaya dapat dijadikan titik mula, agar bangunanlah yang mengikuti cagar budaya dan bukan sebaliknya.

Rentetan tawaran solusi ini dalam bahasa kekinian kerap disebut kolaborasi. Padahal kalau dipikir-pikir, ide dasarnya sama saja seperti konsep gotong royong dalam filosofi budaya kita.

Hal ini berarti bahwa kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan solusi untuk melestarikan cagar budaya yang kita punya, sebab cagar budaya itu sendirilah yang menjadi jawabannya. Dengan terus merawat, baik struktur maupun interpretasi maknanya, kita sudah ikut menyumbang sekaligus menyambung nilai-nilai luhur kepada generasi di masa depan sana.

Bayangan tonggak akibat matahari rupanya sudah semakin meninggi. Kumandang adzan dzuhur pun tinggal beberapa menit lagi. Perjumpaan saya dengan Tugu Perjuangan ini pun harus saya sudahi sebelum matahari meninggalkan bekas legam di kulit sawo matang ini. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

Indonesia ibarat kepingan surga yang Tuhan jatuhkan di dekat garis khatulistiwa. Bentang alamnya begitu ciamik baik di darat maupun di lautnya. Karenanya, amat wajar jika tulang punggung ekonominya berasal dari sektor pariwisata.

Laporan terkini dari Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku tahun 2018 telah mencapai angka USD 19,29 miliar [i]. Nilai ini setara dengan peningkatan sebesar 72% jika dibandingkan dengan devisa sektor pariwisata pada tahun 2014 yang hanya sebesar USD 11,2 miliar [ii].

Pencapaian sektor pariwisata dalam mendongkrak ekonomi Indonesia 5 tahun terakhir tentu tidak lepas dari pembentukan destinasi wisata Bali Baru. Bali Baru merupakan kawasan destinasi wisata super prioritas yang digadang-gadang oleh Kemenpar untuk bisa menjadi primadona baru bagi wisatawan dunia layaknya Bali.

Bali Baru terdiri dari 10 kawasan yang terbentang dari barat ke timur khatulistiwa. Sepuluh kawasan tersebut adalah Danau Toba, Labuan Bajo, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Morotai, Bromo Tengger Semeru, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Borobudur, dan Mandalika.

Sumber: Indonesiabaik.id.

Kehadiran 10 Bali Baru jelas bukan hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada skala nasional, tetapi juga dalam skala lokal. Penginapan semakin ramai, usaha cinderamata semakin berkembang, dan bisnis makanan pun semakin merajalela. Perlahan namun pasti, kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan 10 Bali Baru tersebut jelas meningkat.

Perpaduan yang simultan antara sektor ekonomi dan sektor pariwisata ini tentu saja tak lepas dari peran sektor-sektor lainnya yang tidak dapat diabaikan. Salah satunya ialah sektor transportasi. Sektor yang berada dibawah naungan Kementerian Perhubungan ini sering diabaikan dalam pembahasan seputar pariwisata. Padahal perannya tergolong vital dan berdampak signifikan.

Oleh karena itu, mari kita awali perbincangan kali ini dengan membahas kaitan erat antara sektor transportasi dan sektor pariwisata. Setelah itu, barulah kita akan membahas tentang bagaimana transportasi menjadi salah satu tulang punggung utama dalam akselerasi pertumbuhan destinasi wisata Bali Baru.

Kaitan Erat Antara Sektor Transportasi dan Sektor Pariwisata

Sumber: Pexels.com/Nubia Navarro.

Transportasi dapat didefinisikan sebagai seluruh aktivitas yang berkaitan dengan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara pariwisata, menurut UNWTO, adalah seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang selama mereka melakukan perjalanan dan menempati lokasi yang berbeda dari tempat tinggalnya yang biasa [iii].

Dari kedua definisi di atas saja, begitu jelas bahwa transportasi merupakan syarat terlaksananya pariwisata. Pasalnya seseorang tidak bisa dikatakan sedang berwisata jika ia tidak berpindah dari tempat tinggalnya yang biasa. Padahal seluruh aktivitas perpindahan itu dapat diartikan sebagai transportasi.

Mulanya memang transportasi “hanya” dibutuhkan untuk urusan perdagangan. Transportasi memudahkan proses perpindahan barang dari suatu negara ke negara lain sehingga perdagangan antar negara terjadi dan tumbuhlah ekonomi global. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan manusia semakin meningkat dan kebutuhan akan transportasi pun juga ikut meningkat dengan sendirinya.

Sumber: Pexels.com/Pixabay.

Pariwisata kini sudah menjadi kebutuhan semua orang. Alasannya karena pariwisata bukan sebatas perkara mengunjungi tempat baru untuk ber-selfie ria. Lebih daripada itu, pariwisata adalah aktivitas yang melibatkan pemenuhan kebutuhan untuk rekreasi, penjelajahan tempat-tempat baru, pertemuan dengan orang yang memiliki latar belakang sosio-kultural beragam, hingga proses untuk mendapatkan pengetahuan yang baru [iii].

Karenanya, sistem transportasi yang unggul jelas akan melahirkan pariwisata yang semakin kuat. Jumlah turis domestik maupun mancanegara akan terdorong agar semakin meningkat. Efek dominonya, ekonomi pada skala lokal dan juga nasional akan ikut terangkat.

Pariwisata Jepang semakin terkenal melesat begitu shinkansen dibuat. Portugal semakin ramai dikunjungi setelah berhasil menciptakan sistem tram yang terintegrasi. Lantas bagaimana dengan transportasi untuk kebutuhan pariwisata di Indonesia?

Akselerasi Transportasi di Destinasi 4 Bali Baru

Sejak dicetuskan pada tahun 2015, destinasi wisata Bali Baru mendapatkan prioritas dari Kementerian-Kementerian yang terlibat, tak terkecuali Kementerian Perhubungan. Berikut adalah update perkembangan terkini dari transportasi di kawasan unggulan 4 Bali Baru.

1. Danau Toba di Sumatera Utara

Pencapaian penting Kementerian Perhubungan dalam menunjang transportasi menuju Danau Toba ialah penambahan landasan pacu pesawat (runway) di Bandara Sibisa dan Bandara Silangit. Kedua bandara ini kini sudah bisa menampung pesawat berbadan lebar sehingga dapat membuka rute internasional lebih banyak.

transportasi di Danau Toba Bali Baru

Kemenhub juga sudah menyelesaikan lintas penyeberangan komersil dengan rute Ajibata (Parapat) – Tomok (Danau Toba) [iv] dan masih mengejar penyelesaian jalan tol Trans Sumatera dari Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi. Jalan tol ini diproyeksikan akan mendapat akses dari kedua bandara terdekat sehingga dapat memacu investasi di bidang penginapan dan tempat peristirahatan.

Di dalam kawasan Danau Toba sendiri, Kemenhub tengah merampungkan 12 dermaga penyeberangan besar yang akan dilengkapi dengan 5 kapal besar. Kapal-kapal kecil milik warga juga mendapat perhatian dan penguatan dari sisi keamanan dan keselamatan.

2. Borobudur di Jawa Tengah

Wisatawan lokal umumnya datang ke Borobudur menggunakan moda transportasi kereta api. Karenanya, Kemenhub melakukan perapihan pada Stasiun Tugu dan elektrifikasi jalur KA lintas Yogyakarta – Solo [v].

transportasi di Borobudur Bali Baru

Adapun wisatawan asing umumnya datang ke Borobudur menggunakan jalur udara. Oleh karena itu Kementerian Perhubungan membangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo disamping Bandara Internasional Adi Sucipto. Bandara NYIA sudah melayani penerbangan sejak April 2019 karena telah menyelesaikan pembangunan tahap satu.

Akses darat berupa angkutan umum juga turut dikembangkan. Mulai dari pembangunan Jalan Bedah Manoreh ke NYIA, pelengkapan fasilitas perlengkapan jalan, hingga subsidi operasional angkutan antarmoda. Harapannya, tentu kawasan wisata Borobudur bisa diakses dengan mudah, nyaman dan murah lewat berbagai moda transportasi yang tersedia.

3. Mandalika di Nusa Tenggara Barat

transportasi di Mandalika Bali Baru

Mandalika sudah mengantongi persetujuan untuk menjadi salah satu tuan rumah ajang balap MotoGP pada tahun 2021 yang akan datang. Menyambut kontestasi akbar ini, Kementerian Perhubungan tengah mempercepat pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika [vi].

Perizinan di Pelabuhan Gili Mas Lombok juga tengah dipercepat agar akses laut menggunakan kapal pesiar berskala besar dan kapal-kapal yacht dapat dilakukan. Sedangkan akses darat juga diperkuat dengan pembangunan Jalan Nasional Lembar – Bandara – Kuta Mandalika. Jalur ini tentu saja akan diramaikan dengan berbagai hotel, penginapan dan tempat peristirahatan untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

4. Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur

transportasi di Labuan Bajo Bali Baru

Adapun Labuan Bajo secara cepat dapat diakses melalui Bandara Komodo yang akan segera naik pangkat menjadi bandara internasional. Jalur pacu pesawat pada Bandara Komodo akan diperluas dari 2.250 meter menjadi 2.450 meter agar pesawat besar seperti Boeing 737-800 dapat mendarat.

Pemeriksaan aspek keselamatan pada kapal-kapal di Pelabuhan Labuan Bajo juga rutin dilakukan disamping penambahan 2 unit kapal bottom glass dan pengembangan Terminal Kargo. Kedepannya, pelabuhan baru juga akan dibangun supaya pelabuhan penumpang dan pelabuhan peti kemas dapat dipisahkan.

Epilog

Transportasi merupakan sektor penting yang dapat menggalakkan sektor pariwisata hingga berujung pada penguatan di sektor ekonomi. Dengan kata lain, transportasi yang unggul rupanya dapat berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Percepatan pembangunan transportasi di kawasan Bali Baru ini pun menggenapi pencapaian Kementerian Perhubungan RI dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Filosofi Indonesia Sentris terbukti mampu meningkatkan konektivitas antardaerah dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan di sektor darat, laut, udara dan sektor perkeretaapian.

Capaian Kementerian Perhubungan Kemenhub 2019 5 tahun terakhir

Jajaran prestasi ini tentu bukan berarti bahwa transportasi di Indonesia sudah sempurna. Sungguh masih banyak pekerjaan rumah yang menanti untuk diselesaikan. Utamanya terkait peningkatan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam keselamatan dan keamanan transportasi.

Karenanya, pencapaian ini harus kita jadikan motivasi untuk meningkatkan sinergisasi dan kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan jajarannya. Bersama kita ciptakan transportasi Indonesia yang aman, nyaman dan ramah bagi siapapun yang menginjakkan kakinya di tanah Indonesia.

Referensi

[i] Kementerian Pariwisata RI. 2019. Siaran Pers : Devisa Sektor Pariwisata Meningkat Mencapai 19,29 Miliar Dolar AS.

[ii] Katadata. 2018. Berapa Pendapatan Devisa dari Sektor Pariwisata Indonesia?

[iii] Dinu, Ana-Maria. 2018. The Importance of Transportation to Tourism Development. Academic Journal of Economic Studies, 4 (4), 183-187.

[iv] Kementerian Perhubungan RI. 2019. Laporan Kinerja Kementerian Perhubungan Tahun 2018. Jakarta: Kemenhub.

[v] Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI. 2019. Kemenhub Siap Dukung Kemudahan Aksesibilitas Destinasi Wisata Super Prioritas 5 Bali Baru.

[vi] Katadata. 2019. Infrastruktur yang Mendekatkan 10 Bali Baru.

Belakangan ini teman dan keluarga saya gemar berbicara seputar kesehatan. Isunya adalah bagaimana supaya layanan kesehatan yang lengkap di rumah sakit dapat diakses secara cepat dan mudah lewat aplikasi di smartphone. Masalahnya, aplikasi apa yang paling tepat untuk dipilih diantara puluhan aplikasi berbasis kesehatan yang tersedia di Play Store/AppStore?

Hasil riset kecil saya dengan membaca review dan ulasan orang-orang di media sosial akhirnya menjatuhkan pilihan saya pada aplikasi SehatQ. SehatQ adalah platform layanan kesehatan digital dengan berbagai fitur unggulan, mulai dari chat dan booking dokter, database obat dan penyakit, forum dan artikel kesehatan, hingga pencarian layanan kesehatan terdekat.

Akan tetapi sebelum membahas lebih lanjut terkait aplikasi ini, ada baiknya kita bicarakan dulu hal yang lebih mendasar. Memangnya, sepenting apa sih menggunakan aplikasi kesehatan?

Mengapa Anda Perlu Menggunakan Aplikasi Kesehatan

Sejak dulu, semua fasilitas kesehatan berkumpul di suatu tempat yang kita sebut rumah sakit. Apapun keperluannya, mulai dari masalah kesehatan kelas ringan sampai penyakit kelas berat, dapat diselesaikan jika kita pergi ke rumah sakit. Fasilitas yang lebih kecil seperti klinik dan puskesmas tentu juga bisa dimanfaatkan, namun tentu tidak selengkap rumah sakit.

Data jumlah rumah sakit indonesia 2019

Permasalahannya, pertambahan jumlah penduduk jauh lebih cepat daripada pertambahan jumlah fasilitas kesehatan. Alhasil sering terjadi “penumpukan pasien” di rumah sakit. Anda pun mungkin pernah mengalaminya di rumah sakit terdekat: mengambil nomor antrean jam 8 pagi, tetapi baru dipanggil mendekati jam 11. Hal-hal semacam ini tampaknya sudah begitu lumrah terjadi di rumah sakit mana pun di Indonesia.

Padahal tidak semua masalah kesehatan dapat menunggu untuk diberi penanganan. Ada masalah kesehatan yang harus mendapatkan penanganan secepat-cepatnya, meskipun ia bukan tergolong “penyakit kelas berat” atau “kondisi darurat”. Pasalnya kesehatan berhubungan erat dengan nyawa manusia, sehingga masalah sekecil apa pun tentu tidak bisa dianggap sepele bukan?

Ada juga masalah kesehatan yang datang di waktu dokter sedang tidak tersedia di tempat. Misalnya pada saat tengah malam hingga mendekati pagi. Kondisi-kondisi semacam ini tentu akan membawa kita pada satu kesimpulan penting: bahwa hari ini kita membutuhkan layanan kesehatan yang lengkap, mudah diakses, dan pastinya cepat.

Maka dipilihlah media berupa smartphone yang sudah memenuhi unsur cepat dan mudah diakses. Bukankah penetrasi pengguna smartphone di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun? Lantas mengapa kita tidak mengintegrasikan layanan kesehatan yang lengkap kedalam smartphone?

Itulah ide sederhana yang dimiliki oleh Linda Wijaya selaku salah satu pendiri dan CEO SehatQ. Idenya memang begitu sederhana, namun manfaatnya bisa jadi luar biasa! Saya berani berkata demikian setidaknya karena 4 fitur unggulan SehatQ sebagai berikut.

Chat dan Booking Dokter untuk Berbagai Keperluan

Fitur unggulan SehatQ.com adalah fitur chat dokter yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh Anda sebagai pengguna. Tentu saja dokter yang tersedia hanyalah dokter yang telah memiliki Surat Tanda Teregistrasi (STR) dan terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang sudah terjamin kompetensinya.

chat dokter booking dokter di sehatq

Nantinya segala percakapan Anda dengan dokter di aplikasi SehatQ dapat terekam secara otomatis menjadi catatan medis berbentuk digital. Catatan inilah yang dapat Anda bawa ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut. Oleh karenanya, fitur ini tetap tidak akan menggantikan peran dokter. Meskipun begitu, kebanyakan masalah yang dikeluhkan oleh pengguna aplikasi SehatQ adalah masalah ringan sehingga dokter pun akan menyarakan metode penyembuhan dengan self-medication.

SehatQ.com juga menyediakan fitur booking dokter dimana Anda bisa mem-booking lebih dari 6.979 dokter yang tersedia sesuai dengan jadwal dan lokasi praktiknya. Anda tidak perlu lagi repot-repot datang ke rumah sakit hanya untuk mencari tahu jadwal sang dokter, karena Anda sudah bisa mengeceknya secara langsung lewat aplikasi.

Eksplorasi Ribuan Database Obat dan Direktori Penyakit Lewat Satu Klik

Melalui aplikasi SehatQ, Anda juga bisa mengakses database berisi informasi tentang ribuan obat dan penyakit yang ada di luar sana. Untuk database obat, jumlahnya tak kurang dari 1.619 obat. Sementara untuk direktori penyakit jumlahnya sudah mencapai 1.165 penyakit per tanggal artikel ini dipublikasikan.

database obat dan direktori penyakit lengkap di sehatq

Database obat milik SehatQ berisi informasi lengkap seputar obat. Mulai dari deskripsi, kategori, bentuk sediaan, dosis, aturan pakai, efek samping, hingga interaksi obat dan kontraindikasi. Tentu sebagian besar obat hanya bisa Anda dapatkan lewat resep dokter, namun database ini akan sangat berguna sebagai panduan ketika obat Anda sudah berada dalam genggaman.

Adapun direktori penyakit berisi informasi lengkap seputar penyakit, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan. Direktori penyakit SehatQ juga memiliki nilai tambah tersendiri dengan adanya infografis sederhana yang dapat membantu Anda memahami penyakit secara lebih mudah. Seluruh informasi terkait obat dan penyakit ini tentu sudah ditinjau oleh para dokter terpercaya sehingga dapat dijamin validitasnya.

Ingin Hidup Lebih Sehat? Mari Baca dan Bagikan Informasi Seputar Kesehatan!

Riset menunjukkan bahwa modal pengetahuan dapat membantu kita dalam mengambil keputusan yang lebih baik ketika mengalami masalah kesehatan. Pengetahuan yang dimiliki pasien juga bermanfaat dalam proses komunikasi dengan tenaga medis sehingga dapat mengefektifkan diagnosis.

SehatQ jelas memahami hal ini, sehingga mereka menyediakan tak kurang dari 2.196 artikel dan vlog seputar kesehatan didalam platform-nya. Dengan gaya bahasa dan penyampaian yang lebih ringkas, konten-konten semacam ini jelas lebih menarik untuk didalami.

ribuan artikel kesehatan di sehatq

Pilihan topiknya juga berkisar pada masalah kesehatan yang dialami sehari-hari seperti angin duduk, sembelit, sakit perut saat haid, dan lain-lain. Jadi, kapan pun Anda menemui masalah kesehatan, coba cari dulu jawabannya lewat artikel kesehatan di SehatQ.com. Andaikan jawabannya tak kunjung Anda dapatkan, silakan gunakan fitur chat dokter untuk berkonsultasi dengan ahlinya secara langsung.

Temukan Fasilitas Kesehatan Terdekat dan Terlengkap

Inilah fitur unggulan keempat dari SehatQ. Bahwa kini Anda bisa menemukan fasilitas kesehatan di sekitar tempat tinggal Anda yang lengkap secara mudah dan cepat. SehatQ sudah terhubung dengan 2.127 mitra fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Tinggal masukkan lokasi Anda dan SehatQ akan segera menampilkan daftarnya.

sehatq dalam angka

Data-data pribadi Anda seperti lokasi tempat tinggal tentu akan dijamin keamanannya. Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam, tak ada salahnya jika Anda membaca Kebijakan Privasi SehatQ melalui tautan ini.

Kesimpulan

Sebuah aplikasi kesehatan sudah jelas menjadi kebutuhan di tengah era teknologi yang semakin penuh tantangan. Dengan 4 fitur unggulan, SehatQ hadir sebagai kunci kesehatan dalam genggaman. Ayo unduh aplikasi SehatQ sekarang.

Ngomong-ngomong, fitur apa yang paling Anda favoritkan dari aplikasi ini?

Tiga kalimat sederhana konon pernah dikumandangkan hingga mampu membakar semangat persatuan pemuda-pemudi Indonesia. Saksi sejarahnya memang tak banyak: hanya “auditorium” kecil yang terletak di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta. Tetapi kalimat itu jelas masih kokoh bertahan sampai sekarang.

Lantas masih relevankah tiga kalimat sederhana itu meski sudah berusia 91 tahun lamanya?

Hari ini kita dihadapkan pada era VUCA, suatu era yang amat membingungkan para eksekutif dalam mengambil sebuah keputusan, baik dalam bisnis, organisasi non-profit, militer, ataupun pemerintahan. Kehadiran VUCA, yang merupakan akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity, mau tidak mau memaksa para pemimpin untuk segera berbenah dari model kepemimpinan yang kaku, statis dan konvensional menjadi model kepemimpinan yang dinamis, penuh inovasi dan nilai kebaharuan.

Tantangan pada era VUCA ini jelas tidak pernah dihadapi oleh pemuda-pemudi Indonesia yang mendeklarasikan sumpah pemuda dan bergotong royong memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tantangan semacam ini jelas hanya dihadapi oleh pemuda-pemudi Indonesia hari ini, yang dikatakan banyak pakar sedang krisis moral dan krisis keteladanan.

KondisiSolusi
Volatility (kecenderugan untuk berubah) Vision, harus memiliki visi untuk beraksi melakukan perubahan.
Uncertainty (ketidakpastian) Understanding, harus mau mengerti dan memahami lebih banyak perspektif.
Complexity (kekompleksan) Clarity, target harus jelas dan fokus namun tetap fleksibel dan kreatif.
Ambiguity (kemenduaan) Agility, tangkas dalam mengambil keputusan dan melakukan inovasi.

Uniknya, solusi menghadapi VUCA adalah VUCA, namun dengan akronim yang berbeda. Bahwa pemimpin hari ini harus merupakan seseorang yang visioner (Vision), mau mengerti (Understanding), memiliki kejelasan (Clarity) serta ketangkasan (Agility) dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Hal ini tentu sangat menarik. Bahwa dunia VUCA ternyata dapat ditaklukkan dengan terlebih dahulu melakukan investasi pada sektor sumber daya manusia. Bukan pada sektor ekonomi, sektor infrastuktur, ataupun sektor-sektor lainnya.

The world in your hand is ready to challenge you!

Oleh karena itu, momentum 91 tahun sumpah pemuda harus dimaknai sebagai momen untuk menggiatkan investasi pada pemuda-pemudi Indonesia. Mulai dari mengadakan pelatihan, memberikan kompensasi, menyediakan ruang kerja (workplace), hingga menawarkan mereka dengan berbagai kesempatan yang menarik. Konon bangsa ini akan memetik hasilnya kelak di masa depan apabila bisa fokus berinvestasi kepada para pemudanya. Just invest on people and they will invest in you.

Contoh konkret investasi pada sektor manusia ini salah satunya bisa dilihat pada NF Computer IT Learning Solutions (PT Nurul Fikri Cipta Inovasi). Lembaga yang sudah berdiri sejak tahun 1994 di bawah naungan grup Nurul Fikri ini berfokus pada pendidikan dan pelatihan di bidang IT (Information Technology). NF Computer hendak menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi IT pada era industri 4.0 seperti sekarang ini.

Terdapat 3 pilihan produk pelatihan yang ditawarkan oleh NF Computer sebagai berikut.

Public Class

Layanan kursus singkat dengan lebih dari 100 pilihan kelas yang dapat diikuti oleh umum dengan jadwal yang telah ditetapkan di setiap bulannya.

Exclusive Class

Layanan kursus eksklusif yang lebih intensif dengan 12 pilihan kelas untuk membantu menguasai suatu topik di bidang IT secara singkat.

In Home/In Company Class

Layanan pelatihan khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan ataupun perseorangan secara privat.

Eksplorasi terhadap produk-produk pelatihan yang disediakan oleh NF Computer dapat diakses disini. Saya sendiri merekomendasikan 2 pilihan public class sebagai berikut.

Android Complete Class

Berfokus pada penggunaan bahasa pemrograman Java untuk membangun aplikasi Android. Pembelajaran melingkupi Konsep Pemrograman Java, Instalasi Android SDK, Design Layout UI, hingga membuat File Android Paket (*.apk). Kelas ini akan sangat membantu jika berminat membangun aplikasi Android dasar.

Project Management Professional Fundamental

Merupakan paket pelatihan manajemen proyek secara professional. Melingkupi Project Management Framework, Time Management, Cost Management, Human Resource Management, hingga Procurement Management. Kelas ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan proyek.

NF Computer juga membuka kesempatan kerjasama dengan sekolah untuk mengembangkan kemampuan IT siswa-siswi di sekolahnya pada semua jenjang level Pendidikan (TK, SD, SMP dan SMA). Tak kurang dari 29 client sekolah tercatat pernah bekerjasama dengan NF Computer dengan pelatihan yang bervariasi mulai dari pelatihan program Office, Quanta Plus, Scribus, hingga program-program robotik dan desain grafis.

Dalam beberapa kesempatan, NF Computer IT Learning Solutions juga kerap menyelenggarakan workshop dan seminar dengan tema khusus seperti Digital Marketing. Info lengkap terkait hal ini bisa Anda dapatkan dengan mengikuti akun media sosial NF Computer sebagai berikut.

Akhirnya era VUCA memang tidak akan dapat kita hindari. Pilihan kita hanya satu, yakni menghadapi dengan mempersiapkan generasi sebagaimana yang telah dan sedang diakukan oleh NF Computer. Kedepan, ibu pertiwi jelas membutuhkan lebih banyak lagi anak bangsa untuk turut serta bergabung kedalam gerbong besar investasi ini.

Tertarik bergabung dengan NF Computer? Daftarkan dirimu disini atau pelajari selengkapnya lewat tautan ini.

BolehBaca barangkali menjadi nama startup milik anak bangsa paling unik yang saya kenal di tahun 2019 ini. Namun sebelum kita berbincang lebih lanjut, ada baiknya kita simak bersama cerita singkat tentang saya dan buku di bawah ini.

Bagi sebagian dari kita, buku hanyalah tumpukan kertas yang tersusun rapi dan berdebu di atas rak. Bagi sebagian yang lain, buku mungkin memiliki makna yang lebih dalam daripada itu. Buku bisa menjelma menjadi kawan setia yang selalu siap menemani dikala senang dan susah datang.

Pernahkah Anda ingin membaca suatu buku tetapi tidak ingin membelinya? Sekedar ingin pinjam dan membacanya, tetapi tidak tahu harus pinjam ke siapa.

Saya pernah. Dua tahun lalu saya sangat ingin membaca buku The Selfish Gene karya Richard Dawkins. Buku ini bercerita tentang gen, unit terkecil yang membawa sifat keturunan, dengan konteks pemaknaan yang begitu dalam. Lewat buku ini juga lah istilah meme pertama kali dicetuskan untuk membedakannya dengan gene.

Bagi mahasiswa yang mendapat beberapa mata kuliah Biologi seperti saya, tentu buku ini sangat menarik. Pasalnya ia seakan menjadi sebuah antitesis terhadap buku On the Origin of Species: By Means of Natural Selection karya Charles Darwin. Kalau buku On the Origin of Species lebih banyak berbicara pada tataran teknis, maka The Selfish Gene lebih menonjolkan aspek filosofis dengan porsi teknis yang proporsional.

Perpustakaan pusat ITB sudah saya geledah untuk mencari buku ini, tetapi tak kunjung saya dapatkan. Versi ebook-nya tentu sudah lebih dulu saya dapatkan dengan mudah. Toh buku ini memang buku lawas keluaran tahun 1976. Namun tetap saja, membaca buku dengan memegang fisik bukunya secara langsung jelas memberikan sensasi tersendiri bukan?

Barulah suatu ketika saya mendengar kawan saya membicarakan buku itu di dalam kelas dan membawanya secara langsung! Ibarat sudah jauh mencari, ternyata ada di depan mata sendiri. Tentu kalau saya mengetahui informasi ini lebih awal saya tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama mencari buku di perpustakaan.

Pernahkah Anda merasakan kesenangan ketika salah seorang teman Anda ternyata memiliki buku bacaan yang begitu menarik dan Anda diperkenankan untuk meminjamnya?

Saya pernah. Sewaktu saya mengambil mata kuliah Teknik Komunikasi Ilmiah, sang dosen memberi tugas kepada kami untuk mempresentasikan satu buah buku ilmiah secara bergantian di depan kelas. Tugas ini dimaksudkan untuk melatih 2 kemampuan sekaligus, yakni membiasakan membaca buku dan membagikan hasil bacaannya dalam bentuk presentasi secara lisan.

Tentunya banyak buku menarik yang saya dapati dimiliki oleh teman-teman saya. Salah satu yang paling menarik adalah buku berjudul What If?:Serious Scientific Answers to Absurd Hypothetical Questions karya Randall Munroe. Buku yang pertama kali terbit tahun 2014 ini berusaha menjawab berbagai pertanyaan yang terdengar konyol secara ilmiah dan serius.

Misalnya pertanyaan, “Bagaimana cara Anda bisa mati jika Anda terdorong naik ke atas dengan kecepatan 1 kaki per sekon? Apakah Anda akan mati karena kedinginan atau mati lemas?” Pertanyaan tersebut rupanya dijawab oleh Randall Munroe dengan teori aerodinamika. Uniknya penjelasan tersebut dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang begitu menarik sehingga memudahkan pembaca awam untuk dapat memahami teori yang dibahas tuntas di kelas Sarjana Teknik Penerbangan tersebut.

Selain buku di atas, masih banyak lagi buku menarik yang sempat saya dapati dimiliki oleh orang-orang terdekat di sekitar saya. Bumi Manusia, The Subtle Art of Not Giving A F*ck, War and Peace, dan Membumikan Harapan adalah sederetan diantaranya. Sangat jelas bahwa mengetahui koleksi buku yang boleh dipinjam dari kawan terdekat adalah kenikmatan tersendiri yang sulit ditawar dengan bentuk kenikmatan lainnya.

Beruntung kini sudah hadir sebuah startup bernama BolehBaca yang siap menjawab kebutuhan tersebut. Hanya dengan membayar 25 ribu rupiah setiap bulannya, Anda bisa meminjam ribuan buku dari berbagai kolektor buku di Indonesia. Lebih murah dari secangkir kopi!

Mau Pinjam Buku? Di BolehBaca Saja!

BolehBaca hendak mempertemukan para pecinta buku dengan koleksi yang berbeda-beda untuk saling berbagi bahan bacaan yang mereka miliki. Berbekal prinsip dasar kepercayaan, BolehBaca menawarkan kemudahan yang selama ini banyak dicari orang. Tanpa perlu menanyai kawan satu-persatu, kita bisa mengetahui koleksi buku yang dimiliki orang-orang dan tersedia untuk dipinjamkan. Semua dapat diakses lewat satu portal dengan nama yang sederhana namun mudah diingat: BolehBaca.

Untuk dapat meminjam buku di BolehBaca, Anda cukup berlangganan dengan terlebih dahulu mendaftar dan mengisi informasi dasar yang diperlukan. Data pribadi yang Anda setorkan ini tentu dijamin keamanannya lewat Kebijakan Privasi yang BolehBaca miliki. Jika data Anda sudah lengkap, maka Anda bisa mulai berlangganan dan memilih paket langganan yang Anda inginkan.

BolehBaca menawarkan 2 paket langganan, yakni Reguler dan Premium. Perbedaan jelas kedua paket tersebut dapat Anda lihat pada tabel di bawah.

PaketRegulerPremium
Biaya langgananRp12.000,- per bulanRp25.000,- per bulan
Buku yang dapat dipinjamSeharga Rp100.000,- ke bawahSeharga Rp100.000,- ke atas
Keaslian buku yang dipinjam100% asli100% asli
Opsi pengiriman bukuAmbil ke rumah owner, jasa pihak ketiga, free delivery khusus kota MalangAmbil ke rumah owner, jasa pihak ketiga, free delivery khusus kota Malang
Uang jaminan (dapat diambil kembali jika sudah tidak meminjam)Rp50.000,-Rp100.000,-
Fee yang didapat oleh pemilik buku (owner)Rp9.000, per satu bulan peminjaman untuk satu buku Rp18.000,- per satu bulan peminjaman untuk satu buku

Selain dapat meminjamkan buku, para pemilik buku di BolehBaca juga dapat menjualkan koleksi bukunya secara gratis tanpa commission fee. Dengan pengunjung yang sudah mencapai ribuan orang di setiap bulannya, jelas BolehBaca sudah menjelma menjadi suatu marketplace tersendiri dengan target audiens yang sangat spesifik. Hal ini tentu dapat mendorong proses jual beli dan pinjam-meminjam buku yang jauh lebih efektif daripada platformplatform lainnya.

Satu Portal Beragam Produk!

Startup yang berbasis di kota Malang ini juga sudah mulai mengembangkan bisnisnya dengan menciptakan produk-produk lain seperti BolehTerjemah, BolehBelajar, BolehBeasiswa dan BolehReferensi. Masing-masing memiliki keunikan layanan tersendiri yang tak kalah menarik untuk dicicipi.

BolehTerjemah merupakan platform penyedia layanan penerjemahan (translation) dan penyuntingan (proofreading) untuk berbagai jenis kebutuhan dokumen Anda. Mulai dari artikel, buku, proposal penelitian, jurnal, abstrak, skripsi, hingga tesis dan disertasi bisa diterjemahkan dan disunting dengan kualitas tinggi disini. Anda juga bisa menjadi bagian dari translator yang mengambil pesanan-pesanan tersebut dan mendapatkan pemasukan tambahan dari BolehTerjemah lho!

Sementara itu BolehBelajar menawarkan layanan les privat untuk kelas TK, SD, SMP, SMA dan layanan les privat umum seperti les bahasa, les TOEFL, serta les komputer dan IT. Dengan biaya yang jauh lebih murah daripada les yang sudah punya banyak cabang di luar sana, BolehBelajar siap mengirimkan para pengajar berkualitas langsung ke rumah Anda. Lagi-lagi Anda juga dapat menjadi bagian dari pengajar lewat portal ini dan ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa.

Lain BolehBelajar, lain lagi BolehBeasiswa. Platform yang satu ini menawarkan layanan persiapan aplikasi beasiswa baik untuk ke dalam dan ke luar negeri. Bersama para mentor terbaik, Anda akan dibimbing mulai dari proses penyiapan dokumen, proses pemilihan beasiswa, hingga kursus persiapan tes IELTS, TOEFL IBT dan TOEFL ITP yang umum menjadi syarat dasar untuk berbagai beasiswa.

Adapun BolehReferensi merupakan platform yang dapat membantu Anda mencari dan menemukan berbagai referensi untuk kebutuhan pembuatan naskah akademik maupun non-akademik. Sampai saat ini BolehReferensi masih terus disempurnakan. Namun jika dilihat dari bentukan dasarnya saja, jelas platform yang satu ini setidaknya akan sangat membantu ribuan akademisi yang ada di luar sana.

Khusus bagi Anda pengunjung blog ini, Anda bisa mendapatkan peluang potongan harga jika Anda memesan paket di BolehBelajar dan BolehBeasiswa! Cukup masukkan kode referral ARIEFBLG011 dalam formulir pemesanan di masing-masing platform. Anda juga bisa menyimpan kode ini atau menyimpan laman ini (bookmark)jika hendak melakukan pemesanan di lain waktu.

Yang saya sukai dari BolehBaca, selain layanannya yang efisien dan terjangkau, adalah tersedianya fasilitas event berupa Bedah Buku rutin yang diselenggarakan di Boba Library, kantor pusat BolehBaca. Startup edutech yang satu ini juga memiliki akun Instagram yang terbilang aktif dengan konten postingan yang menarik, padat informasi dan selalu fresh. Seakan-akan BolehBaca ingin menjadi satu dari sebagian kecil oase di media sosial kita yang semakin toksik akhir-akhir ini.

Ayo berpindah halaman dan temukan bahan bacaan di BolehBaca. Ayo rapikan lagi buku-buku yang ada di rak itu. Pinjamkan dan bagikan isinya kepada orang-orang di sekitar Anda agar cakrawala kita semakin lebar dibuatnya. Jangan malas membaca buku, karena tidak ada orang besar yang lahir tanpa pernah ditemani buku.