Bulan Mei 2018 yang lalu, Kantor Berita Radio (KBR) menyelenggarakan serial lomba blog bertajuk Rokok Harus Mahal. Lomba ini cukup sederhana. Para blogger cukup mendengarkan siaran radio seri #RokokHarusMahal dari program Ruang Publik KBR, kemudian membuat sebuah postingan terkait isi dari siaran radio tersebut.

Nah kebetulan kegiatan perkuliahan di ITB sudah selesai pada awal bulan Mei. Daripada nganggur, jadilah diriku iseng-iseng ikut lomba tersebut. Video streaming yang di-upload di facebook KBR pun kudengarkan berkali-kali sambil mencatat hal-hal penting lewat aplikasi WordPad. Berlanjut kemudian ke pembuatan draf, menyiapkan infografis pendukung, hingga akhirnya selesailah artikel tersebut ku posting di blog ini.

Artikel #RokokHarusMahal. Kalau penasaran sama isinya, boleh baca disini.

Anehnya begitu selesai memposting muncul keraguan dalam diriku. Seakan ada bisikan yang berkata, “Emang cukup ya artikel seperti itu kalau mau menang?”. Maklum, beberapa minggu sebelumnya aku harus berlapang dada menerima kekalahan dari lomba blog yang diadakan oleh Brother printer. Padahal untuk lomba yang satu itu infografisnya khusus kusiapkan sampai harus begadang semalaman loh! Haha

Infografis #RokokHarusMahal. Walau kalah tapi harus tetap semangat!

Keraguan inilah yang membuatku terpikir untuk menampilkan hal yang beda dari biasanya. Masalahnya kudu nampilin apa? Membuat cerita jadi lebih mengalir seperti … belum terlalu ahli, bikin komik sendiri seperti … jelas tak bisa, apalagi membuat laman blog khusus yang dipenuhi animasi seperti jengyuni. Masih harus banyak belajar!

Lalu terpikirlah ide untuk membuat suatu video. Pikirku saat itu, bukankah generasi milenial lebih tertarik untuk menonton video ketimbang membaca teks seribu kata? Tapi itu kan menurutku saja. Apa betul video bisa benar-benar ampuh dalam dunia content marketing?

Jawaban pertama dari pertanyaan saya ini datang dari Mark Zuckerberg yang merupakan founder sekaligus CEO dari facebook. Zuckerberg menyatakan bahwa pada akhir tahun 2015 terdapat lebih dari 500 juta pengguna facebook yang menonton video di dalam platformnya setiap hari. Hal ini dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan Facebook Tahun 2015 yang dikutip dari tubularinsights.com.

Berikutnya ada Kleinerperkins dan Social Media Examiner, yang merupakan situs-situs analisis media sosial kelas dunia. Kleinerperkins melaporkan bahwa pada tahun 2017 rata-rata orang menonton video di gadget-nya selama ±28 menit sehari. Nilai ini nyaris 3x lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya 10 menit sehari.

Adapun Social Media Examiner melaporkan bahwa 35% pelaku marketing di tahun 2018 sudah menggunakan fitur siaran video langsung (live streaming video) untuk menarik minat konsumen. Alhasil sangat wajar apabila Cisco memproyeksikan bahwa pada tahun 2021 nanti, 82% trafik pengunjung di internet akan dihabiskan hanya untuk menonton video. That’s really big, right?

Ragam statistik di atas seakan hendak mengatakan kepada kita, bahwa video is the new king of content. Video adalah raja konten dalam dunia marketing yang baru. Jadi, bagaimana mungkin memenangkan pertarungan marketing kalau raja-nya saja tidak kita gunakan?

Uniknya penggunaan video juga sudah terbukti mampu mempengaruhi preferensi calon pembeli untuk membeli barang/jasa yang kita tawarkan. Sebagaimana dapat dilihat pada hasil survei dari Hubspot berikut, 81% pengunjung berhasil diyakinkan untuk membeli barang/jasa yang ditawarkan setelah menonton video marketing. Ampuh pisan lah pokoknya, hehe

Tren Video dalam Dunia Digital Marketing.

Diriku pun akhirnya memutuskan untuk membuat video dengan bahan dan kemampuan seadanya menggunakan Microsoft Powerpoint. Dan beginilah hasil belajar ngedit video dadakannya :”)

Video ini hanya kuposting di Instagram dan twitter. Sangat sederhana memang. Tapi rupanya bisa lumayan ngedongkrak viewers lho!

“Tapi aku ngga bisa bikin video yang keren kayak channel-channel hits di YouTube.”  

Tenang, bikin video kekinian nggak susah kok. Apalagi banyak banget fasilitas pendukung yang bisa ngebantu kamu belajar dengan cepat dan mudah. Selengkapnya bisa kamu baca disini. Disitu juga aku akan cerita tentang gimana bisa video seperti di atas dibuat hanya dengan memanfaatkan Powerpoint. Jadi langsung aja yuk melipir kesana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *