Karir Sukses di Era Disruptif: Apakah Mungkin?

Hari ini kita hidup di era yang mungkin belum pernah dirasakan oleh generasi manusia sebelumnya. Orang-orang menyebutnya dengan sebutan era disruptif. Era ini ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat hingga bisa memengaruhi kehidupan banyak orang.

Tentu masih lekat dalam ingatan kita tentang PT Sariwangi yang bangkrut pada akhir tahun 2018 lalu. Padahal pabrik ini sudah berdiri sejak tahun 1962! Usia pabriknya saja mungkin sudah sama atau bahkan lebih tua daripada usia bapak ibu kita.

Kita tentu juga masih ingat dengan kedigdayaan pabrikan handphone Nokia yang begitu melegenda. Hingga akhirnya Nokia berhasil diakuisisi oleh Microsoft pada tahun 2013. Fenomena-fenomena ini seakan memberi “warning” kepada kita tentang betapa besarnya risiko di era disruptif ini.

Lantas masih adakah peluang bagi kita untuk bisa sukses berkarir di era disruptif ini?

Disclaimer

Penulis pun belum dapat dikatakan telah memiliki karir yang sukses hari ini. Penulis hanya ingin berbagi berdasarkan apa yang penulis baca dan alami kepada para pengunjung sekalian 🙂

1. Pastikan Terdapat Jenjang Karir di Tempatmu Bekerja

Inilah hal paling mendasar yang perlu kita ketahui sebelum bicara lebih lanjut tentang karir. Apakah tempat Anda bekerja saat ini memang memiliki jenjang karir? Atau jangan-jangan memang tidak ada?

Contoh jenjang karir misalnya apabila seorang Junior Staff telah bekerja sekian lama atau menyelesaikan sekian proyek, maka perusahaan akan mempromosikannya ke posisi yang lebih senior. Jika perusahaan cukup transparan, tentu masalah jenjang karir ini tak sulit untuk dicari tahu.

Perusahaan yang jarang melakukan perekrutan terbuka umumnya tidak memiliki jenjang karir yang cukup pasti. Begitupun perusahaan yang jajaran direksinya dikuasai oleh satu keluarga. Alasannya karena prinsip kompetensi seringkali sulit diletakkan diatas kepentingan kekeluargaan.

Nah berikutnya silakan baca sesuai kondisi yang tengah Anda alami.

2. Bangun Lingkungan yang Kondusif dan Tingkatkan Produktifitas

Era disruptif memaksa kita untuk tak sekedar beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga berusaha melahirkan beragam inovasi. Sayangnya inovasi tidak bisa muncul begitu saja. Ia kerap membutuhkan “induksi” sebelum bisa masuk kedalam pikiran kita.

Nah salah satu “induksi” yang cukup efektif untuk menciptakan inovasi ialah lingkungan kerja yang kondusif. Kondusif dalam arti nuansa ruangannya mendukung orang-orang yang bekerja didalamnya untuk fokus dengan tetap memiliki fleksibilitas memadai.

Mengubah tata letak dan mendesain ulang kantor tentu akan menyedot biaya yang tidak murah. Lantas mengapa tidak memanfaatkan layanan kantor virtual seperti yang ditawarkan oleh Office99? Tanpa perlu memikirkan tata letak dan fasilitas, Anda bisa menikmati suasana kantor yang kondusif dan profesional.

Rental kantor yang disediakan oleh Office99 cukup mudah diakses karena terletak di lokasi yang strategis di BSD City Serpong. #Office99 juga menyediakan berbagai layanan seperti pembuatan PT, CV, virtual office, domisili kelurahan, nomor telepon khusus, hingga pengurusan PKP untuk keperluan pajak. This smart and virtual office is all-in-one for your business!

Semua layanan yang ditawarkan oleh Office99 memiliki biaya yang relatif terjangkau. Secara singkat layanan-layanan tersebut bisa Anda lihat lewat tabel berikut.

Serviced Office

Serviced Office

IDR480RB

/HARI

All Access Area

 Ruangan Full Furnished


 Free Internet & Listrik

Virtual Office

Virtual Office

IDR2.8JT

/TAHUN

Resepsionis Profesional

 Bonus Ruang Meeting


 Layanan Dedicated Phone

Pembuatan PT & CV

Pembuatan PT & CV

IDR8JT

/paket

Pencarian & Reservasi Nama Perusahaan

 Bonus Ruang Meeting


 NPWP, SIUP & NIB(TDP)

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang kondusif dimaksudkan agar kita mampu meningkatkan produktivitas kita hari ini. Sungguh kita tidak berbeda dengan para CEO start-up diluar sana yang sudah dapat dikatakan meraih kesuksesan di usia muda. Kita sungguh tidak berbeda jauh dengan Nadiem Makarim (CEO GO-JEK), Achmad Zaky (CEO Bukalapak), atau William Tanuwijaya (Co-founder Tokopedia).

Waktu yang kita miliki sama-sama 24 jam. Bedanya mereka mampu menggunakan 24 jam itu secara lebih efektif sehingga menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi. So let’s became more productive together!

3. Jangan Lupa Bersyukur dan Berbahagia

Misal kesuksesan karir sudah berhasil Anda dapatkan. Lantas hal apa lagi yang akan Anda lakukan?

Jawabannya tentu bisa sangat beragam. Ada yang ingin mengangkat derajat hidup keluarga, membahagiakan orang-orang tercinta, banyak menolong sesama, dan sebagainya.

Nah bagaimana seandainya kesuksesan karir tak kunjung Anda dapatkan? Apakah Anda tidak akan berusaha mewujudkan hal-hal diatas?

Penulis yakin jawabannya tidak. Sebab dengan kondisi karir yang begini-begini saja, penulis yakin kalau Anda juga sudah berusaha keras untuk membahagiakan keluarga dan orang-orang yang Anda cinta. Penulis yakin bahwa dengan karir yang masih jauh dari kata “sukses” versi Anda ini, Anda pun sudah berusaha untuk menolong orang-orang disekeliling Anda yang membutuhkan pertolongan.

Jadi, apalah artinya karir yang sukses apabila kita tak kunjung berhasil mewujudkan apa-apa yang kita pandang sebagai kebahagiaan dari kacamata kita?

Penulis termasuk orang yang percaya bahwa kesyukuran merupakan faktor yang begitu berpengaruh untuk memunculkan keridhoan dari Tuhan. Penulis pun percaya bahwa keridhoan dari Tuhan-lah yang mampu menghadirkan berbagai kebahagiaan kedalam hidup kita hingga ke akhirnya nanti.

Maka jangan pernah lupa untuk terus bersyukur dan berbahagia. Betapapun sulitnya tantangan yang kita hadapi dalam meniti karir, percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana-rencana terbaik bagi para hamba-Nya yang berusaha.

Selamat meniti karir, selamat meningkatkan produktivitas, dan selamat berbahagia!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition yang diadakan oleh Office99. Info selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut.

3 thoughts on “Karir Sukses di Era Disruptif: Apakah Mungkin?

  1. Makasih ya Kakak artikelnya. Sekarang aku sedang berusaha adaptasi dengan lingkungan kerjaku yang agak kurang nyaman sih atau mungkin aku yang kurang nyaman, bukan mereka.

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: