Bagi sebagian orang, memilih oli bisa menjadi perkara yang sedikit runyam. Pasalnya salah-salah memilih justru bisa berakibat fatal pada turunnya performa dan kualitas mesin.

Namun bagi sebagian yang lain, jangankan urusan memilih oli, mengganti oli secara rutin pun barangkali sudah menjadi sebuah prestasi. Tak sedikit pemilik kendaraan yang masih ogah mengganti oli. Boros waktu dan uang, kata mereka. Padahal kenyataannya justru berbanding terbalik.

“Dengan rutin mengganti oli, Anda justru sudah lebih berhemat dalam membelanjakan kendaraan Anda.”

Mengapa hal demikian dapat terjadi? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Alasan Krusial Dibalik Pentingnya Mengganti Oli Secara Rutin

Kendaraan Anda dapat berjalan berkat komponen-komponen yang saling bergerak dan bergesekan satu sama lain di dalam mesin. Gesekan tersebut tentu akan menghasilkan panas seiring bergeraknya kendaraan Anda dari tempat asal ke tempat tujuan.

Karenanya, dibutuhkanlah suatu pelumas yang dapat memperlancar gesekan antar komponen serta mampu menyerap panas yang ditimbulkan. Pelumas itulah yang kita kenal dengan sebutan oli.

Lantas apa yang terjadi jika oli kendaraan Anda tak kunjung diganti?

Yang terjadi adalah oli tersebut akan semakin dipenuhi oleh kotoran dan debu seiring dengan penggunaannya yang kian intens. Kehadiran partikel tambahan inilah yang dapat menurunkan kapasitas serapan panas pada oli sehingga oli tidak lagi berfungsi sebagai pendingin mesin.

Efek yang akan terasa langsung oleh Anda sebagai pengguna adalah mesin kendaraan yang semakin cepat panas. Meskipun hanya dijalankan pada jarak dekat, suhu mesin Anda bisa berubah drastis menjadi sangat panas dalam waktu singkat.

Padahal panas tersebut dapat mengakibatkan pembakaran bensin menjadi kurang optimal. Hasilnya, efisiensi bahan bakar pun menurun dan mau tidak mau Anda pun menjadi lebih cepat mengisi bahan bakar dalam rentang jarak tempuh yang sama.

Lama-kelamaan, oli yang sudah kotor namun tetap dipaksakan dipakai itu akan semakin dipenuhi oleh partikel kotoran dan debu. Oli pun menjadi semakin padat dan bentuknya berubah menyerupai lumpur. Oli semacam ini apabila melewati komponen mesin hanya akan mempercepat terjadinya proses korosi.

Oleh karena itu, mengganti oli secara rutin mau tidak mau sudah menjadi sebuah keharusan. Kalau tidak mau membayar lebih untuk biaya servis di kemudian hari, ganti oli secara rutin saja sedari kini.

Bukti Ekonomis Dari Upaya Ganti Oli yang Cost Effective

Secara ekonomis, manfaat ganti oli secara rutin memang baru akan efektif secara ekonomi (cost effective) apabila kita memosisikan diri di masa depan. Alih-alih harus membayar mahal untuk biaya servis dan reparasi, mengapa tidak membayar harga yang jauh lebih murah meskipun harus berkali-kali?

Seorang rekan saya misalnya, pernah menghabiskan dana hingga Rp 1,5 juta untuk sekali servis motor matic-nya yang keluaran lama. Alasannya karena beberapa komponen mesin umurnya lebih cepat berakhir daripada yang semestinya. Setelah ditelusuri, rupanya hal itu bermula dari kebiasaannya yang malas mengganti oli motor matic.

Penulis jadi membayangkan. Kalau motor matic yang tidak terlalu ruwet saja bisa menghabiskan dana segitu untuk satu kali servis skala menengah ke berat, berapa harga yang harus dibayar untuk motor-motor yang jauh lebih mahal? Lima puluh juta? Seratus juta? Atau malahan bisa lebih?

Adapun menurut U.S. Department of Energy, aksi mengganti oli secara rutin juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar hingga 1-2%. Angka ini sepintas memang terlihat sangat kecil. Tetapi mari kita lakukan sedikit simulasi untuk melihat signifikansinya.

Dalam seminggu, berapa liter kira-kira bensin yang Anda habiskan? Jawabannya tentu akan bervariasi dan sangat bergantung pada intensitas pemakaian kendaraan masing-masing individu. Untuk mempermudah, marilah kita ambil angka rata-rata 5 liter bbm per minggu.

Satu tahun terdiri dari 52 minggu, sehingga rata-rata konsumsi BBM per tahun dalam kasus ini ialah sebesar 260 liter. Maka dari itu, penghematan 1-2% akan setara dengan 2,6 s/d 5,2 liter.

Lagi-lagi angka ini terlihat begitu kecil. Apalagi harga bensin rata-rata berada pada kisaran Rp 8.000,-. Hal ini berarti aksi ganti oli rutin lewat simulasi ini hanya dapat menghemat pengeluaran bahan bakar maksimal sebesar Rp 50.000,- per tahun.

Tetapi bayangkanlah jika aksi ini diikuti oleh ratusan, bahkan ribuan pemilik kendaraan di luar sana. Penghematan satu digit BBM yang kita lakukan dapat berakhir pada penghematan ratusan ribu liter BBM dalam skala negara.

Kondisi yang lebih memihak pada aspek keberlangsungan (sustainability) ini dapat turut serta dalam menjaga harga minyak dunia agar tak mudah naik sehingga biaya bensin pun tak perlu sering-sering naik.

Sampai disini, alasan logis dan ekonomis sudah sama-sama dijabarkan. Waktunya beralih ke pertanyaan pamungkas, oli manakah yang terbaik untuk kendaraan saya dan memenuhi kriteria cost effective?

Enduro: Oli Motor Terbaik untuk Kendaraan Anda

Ada satu merk oli yang patut Anda coba segera ke kendaraan Anda. Merk tersebut merupakan produk dari PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan dari PT Pertamina. Merk itu dikenal dengan nama Enduro.

Enduro merupakan oli berkualitas tinggi yang didesain untuk mengurangi friksi pada komponen kendaraan ketika mengalami kondisi suhu dan kecepatan yang tinggi. Enduro memiliki viskositas yang rendah sehingga dapat memperlancar sirkulasi oli dan mengefisienkan penggunaan bahan bakar.

Beberapa contoh varian oli Enduro yang sudah beredar di pasaran ialah Enduro 4T, Enduro 4T Racing, Enduro 4T Sport, Enduro Gear 4T, Enduro Matic, dan Enduro Matic-G. Kecocokan merk-merk ini akan sangat bergantung pada jenis kendaraan Anda, termasuk spesifikasi komponen ekstra apabila ada.

Selain Enduro, Pertamina Lubricants juga memiliki merk oli Fastron yang tak kalah unggulnya. Oli Fastron umumnya lebih banyak digunakan pada mobil, tetapi dapat juga digunakan pada motor. Contohnya seperti varian Fastron Techno 10W-40 dan Fastron Gold 5W-30.

Keunggulan oli Fastron tentu saja tak kalah dengan oli Enduro. Perbedaannya hanya terletak pada faktor kecocokan oli dengan karakter friksi (friction character) pada komponen kendaraan Anda. Maka dari itu, pelajarilah kedua merk ini dengan seksama sebelum Anda memutuskan untuk mengganti oli.

Adapun terkait harga, oli motor terbaik ini juga memiliki harga yang relatif terjangkau. Penggantiannya bisa Anda lakukan di booth Enduro Express yang sudah tersedia di banyak SPBU Pertamina. Apalagi ia juga sudah dapat dibeli secara online. Tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk tidak memakai oli terbaik ini pada kendaraan Anda.

Karenanya tak heran jika PT Pertamina Lubricants dianugerahi berbagai macam penghargaan. Seperti penghargaan ‘The Most Promising Company in Branding Campaign” dan “The Most Promising Company in Marketing 3.0” dalam ajang BUMN Marketeers Award 2018. Terbuktilah kalau Fastron dan Enduro masih memimpin pasar oli domestik di tengah persaingan bisnis pelumas yang kian sengit.

Siap bergabung menjadi Sahabat Enduro? Ikuti juga akun yang satu ini di Instagram.

Author

Fresh Graduate from ITB Bioengineering. Loves to learn everything faster and execute every possible things better than anyone. Having a huge interest in bioindustry.

Leave a Comment