Resolusi 2019: Learn Faster, Execute Better!

Bagi sebagian orang, menulis blog mungkin lebih dari sekedar hobi. Ia bisa menjadi sarana menyalurkan opini, sarana pelepas stres, atau sarana mengekspresikan diri. Bahkan menulis blog juga bisa menjadi sarana mendapatkan penghasilan, mulai dari yang sifatnya sekunder hingga yang sifatnya primer.

Motivasi yang disebut terakhir bahkan bisa disebut sebagai motivasi mayoritas dari para blogger hari ini. Buktinya pencarian Google dengan kata kunci “cara menjadi blogger” terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Blog ariefardia.com sendiri baru berumur kurang lebih 1 tahun. Dirilis pertama kali pada November 2017, blog ini telah mengalami dinamika yang begitu beragam. Menang kalah lomba, berganti-ganti tampilan, hingga men-setting blog dari nol sudah pernah dilewati oleh situs berkapasitas 2 GB ini. Selengkapnya bisa Anda lihat pada timeline berikut.

November 2017

Pertama kali membeli hosting dan merilis ariefardia.com

September 2018

Menyelesaikan postingan ke-12. Memutuskan untuk mengganti template blog keseluruhan.

Oktober 2018

Tidak sengaja menekan tombol “Reset”. Terpaksa mengulang blog dari nol.

Desember 2018

Berhasil memposting 20 artikel di blog.

Januari 2019

Berhasil menulis 300 artikel di berbagai platform.

Kini garis waktu telah bergerak di tahun 2019. Resolusi baru harus tercipta, terkhusus untuk blog. Kecuali kalau kita ingin blog milik kita terus seperti ini saja tanpa ada kemajuan apa-apa.

Inilah resolusi blog 2019 ala ariefardia.com!

#1 Meningkatkan Angka Kunjungan Perbulan

Menurut Worth of Web Calculator, saat ini blog ariefardia.com memiliki nilai sebesar 63 USD atau kurang lebih setara dengan Rp880.000,-. Anda juga bisa mengecek nilai website Anda masing-masing untuk mendapatkan gambaran serupa lewat tautan berikut.

Perhitungan dari situs yang sama menunjukkan estimasi pengunjung ariefardia.com yang berada pada kisaran 660 pengunjung perbulan. Angka ini tentu masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kunjungan blog-blog lain yang sudah top seperti nodiharahap.com, ardasitepu.com, atau jengyuni.com.

Blog nodiharahap.com misalnya, sudah mampu mencapai angka kunjungan hingga 10.000 kunjungan perbulan. Nilai blognya sudah mencapai angka 2.000 USD atau setara Rp28.000.000,-. Blog ini diperkirakan mampu menghasilkan keuntungan hingga 147 USD atau setara dengan Rp2.000.000,- perbulan.

Darisini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa angka kunjungan perbulan akan berbanding lurus dengan nilai blog tersebut yang akhirnya dapat berindikasi pada naiknya potensi keuntungan perbulan.

Blog ariefardia.com memang belum akan difokuskan sebagai media untuk meraup keuntungan tambahan perbulan. Tapi meningkatkan angka kunjungan perbulan adalah hal yang wajib karena saya percaya dengan kebermanfaatan konten yang saya hasilkan. Oleh karena itu resolusi pertama saya adalah meningkatkan angka kunjungan blog perbulan.

#2 Memproduksi konten seputar kemahasiswaan

Tahun 2019 bisa jadi merupakan tahun terakhir saya sebagai mahasiswa mengingat saat ini saya sudah duduk di semester 8. Pada tingkat terakhir ini, justru pemahaman dan pengalaman seputar dunia kemahasiswaan semakin terbentuk. Padahal tak lama lagi harus segera meninggalkan kampus.

Oleh karena itu saya sangat ingin bisa mewariskan beberapa tulisan terkait kemahasiswaan ini. Barangkali bisa menginspirasi satu dua orang yang masih akan bergelut di dunia pergerakan ini kedepannya.

Konten khusus terkait kemahasiswaan ini rencananya akan saya jadikan satu kategori tersendiri dengan nama Kemahasiswaan. Ia menjadi kategori ketiga setelah kategori Bioengineering dan Sponsored.

Kategori Bioengineering akan memuat segala hal mengenai jurusan perkuliahan saya. Sementara kategori Sponsored dapat berisi semua hal diluar dunia bioengineering dan dunia kemahasiswaan. Artikel-artikel yang saya ikut sertakan kedalam lomba blog juga akan masuk kedalam kategori ini.

#3 Lebih Aktif Didalam Komunitas Blog

Saya memang tak pernah membayangkan diri akan terjun ke dunia blog lebih dalam. Tetapi pengalaman ngeblog setahun terakhir rupanya membawa saya untuk berkenalan dengan para blogger lainnya dari berbagai kalangan.

Rekan blogger pertama saya ialah Muhammad Fadillah Arsa. Ia adalah founder dari Forum Bloger Indonesia yang berbasis di jejaring LINE square. Arsa berkuliah di Universitas Padjajaran yang terletak sangat dekat dengan kampusku di ITB Jatinangor. Awalnya kami hanya saling berkomunikasi lewat medsos, tapi kemudian kami bisa bertatap muka beberapa kali di tanah Jatinangor ini.

Sejak itu saya mulai mengenali dan coba berkomunikasi sesekali dengan para blogger yang ada di dunia maya. Bermula dari saling follow medsos, berbalas komentar di postingan blog, hingga saling berbagi tips yang belum diketahui satu sama lain. Saya juga akhirnya berkenalan dengan komunitas-komunitas lain seperti Bloggercrony dan Relawan TIK Cianjur.

Interaksi kami memang belum seberapa. Toh komunikasi pun baru sebatas dunia maya. Tetapi keterikatan sebagai sesame blogger terkadang memang bisa menimbulkan rasa yang berbeda. Yang tadinya sedang malas posting, bisa tiba-tiba jadi semangat. Yang tadinya tidak punya ide, bisa ikut ketularan ilham, dan pengaruh-pengaruh positif lainnya.

Jadi tak ada salahnya untuk menjadikan hal ini sebagai resolusi. Sebab tercapainya resolusi yang satu ini juga dapat mendorong tercapainya 2 resolusi yang lain.

Strategi Mencapai Resolusi

Suatu resolusi tentu tidak akan memiliki arti jika kita tidak mencoba untuk merealisasikannya. Untuk itulah resolusi yang baik harus selalu diikuti dengan strategi. Bahwa kita tak sekedar membayangkan mimpinya, tetapi juga harus mulai membayangkan langkah-langkah untuk membuatnya menjadi kenyataan.

Dan bagi saya, strategi mencapai resolusi 2019 itu dituangkan dalam 2 kalimat yang begitu singkat: learn faster, and execute better.

Here is why.

a. Why We Should Learn Faster

Kalau dulu, blog mungkin sekedar menciptakan tulisan yang nyaman dibaca. Tapi kini, semua sudah berbeda. Seorang blogger juga harus memperhatikan desain, tata letak, faktor SEO, hingga ketersediaan media seperti foto, animasi, infografis dan video.

Kondisi ini menuntut kita untuk belajar lebih cepat. Sebab dengan belajar lebih cepat, maka kita akan memiliki waktu yang lebih banyak juga untuk membuktikan hasil belajar kita dengan menciptakan konten yang jauh lebih baik.

Jika Anda ingin memperdalam masalah blog secara otodidak, saya sangat merekomendasikan Neil Patel. Pemilik Ubersuggest ini merupakan salah satu pakar dalam dunia blogging dan SEO. Tulisan-tulisan di website serta video-video di channel YouTube miliknya sangat menarik untuk diikuti karena ia mampu menjelaskan berbagai hal seputar SEO dan blog dengan bahasa yang begitu sederhana.

Adapun jika Anda ingin memperdalam hal-hal tersebut secara langsung, rekomendasi saya jatuh pada DUMETschool. Alasannya karena DUMETschool menawarkan berbagai fasilitas premium (seperti jadwal yang fleksibel, kelas semi private, dan gratis konsultasi) dengan harga yang relatif terjangkau.

DUMETschool menawarkan kelas pembelajaran yang begitu beragam. Mulai dari pembuatan website dari nol, pembuatan website e-commerce, belajar meningkatkan pengunjung website, hingga belajar desain grafis untuk berbagai keperluan.

Kalau Anda tertarik, tidak ada salahnya mencoba kelas gratis terlebih dahulu. Fasilitas kelas gratis ini bisa Anda akses lewat kontak berikut.

b. Why We Must Execute Better

Konsekuensi dari jumlah blogger yang semakin banyak setiap harinya ialah semakin banyak pula “saingan” dalam konteks memperebutkan calon pengunjung blog. Satu konten yang kita posting bisa jadi juga diposting oleh belasan atau bahkan puluhan blogger lain dengan sudut pandang dan gaya penyampaian yang berbeda-beda.

Bayangkan posisi Anda sebagai seorang audiens yang hendak mencari informasi. Lalu Anda dihadapkan pada puluhan website dengan bahasan yang sama. Bagaimana cara Anda menentukan website mana yang harus Anda pilih?

Tentu saja jawabannya tak jauh-jauh dari memilih website yang lebih lengkap, lebih informatif, lebih enak dilihat, lebih cepat loading-nya, dan lebih-lebih lainnya.

Artinya kita hanya perlu menjadi sedikit lebih baik dibandingkan orang lain. Aspeknya? Terserah pilihan Anda. Bisa lebih baik dalam hal kelengkapan konten, kecepatan loading website, kenyamanan dalam tampilan mobile, dan lain-lain.

Saya yakin bahwa diatas langit masih ada langit. Oleh karena itu, jika ingin menjadi yang terbaik, kita cukup memastikan bahwa diri kita sudah lebih baik daripada orang lain. Begitu seterusnya sampai kita menjadi lebih baik dari setiap orang yang ada didalam suatu kelompok. Barulah setelah itu kita akan mendapat predikat sebagai yang terbaik.

Nah supaya saya tidak lupa dengan kedua strategi ini, keduanya saya cantumkan sebagai tagline bagi blog ini. Harapannya setiap kali membuka website kedua strategi ini akan terbaca. Dan dengan sendirinya ketiga resolusi saya di tahun 2019 pun akan kembali teringat untuk segera dituntaskan sebelum kalender kembali berganti.

Selamat membuat resolusi, selamat mencipta strategi, dan selamat menyongsong realisasi!

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: