Tag

#THRBigRamadhanSale2020

Browsing

Bagi mahasiswa, menghabiskan waktu bersama kawan memang begitu mengasyikkan. Bisa dengan berbagi cerita cinta, pergi ke bioskop bersama, atau bahkan membicarakan para pejabat bangsa yang selalu ada saja kelakuannya.

Karena para mahasiswa itu pada dasarnya juga anak muda. Mereka juga butuh banyak momen kebersamaan untuk bisa menciptakan ikatan antar sesamanya.

Tak terkecuali pada momen Ramadan. Di sela-sela aktivitas kuliah, Ramadan bisa menjadi salah satu bulan tersibuk bagi para mahasiswa. Daftar teman-teman satu grup atau komunitas bisa menjadi deretan yang sempurna untuk menjadi agenda buka puasa bersama setiap harinya.

Namun pengalaman berbeda kami rasakan tepat setahun yang lalu. Ketika kami harus menghabiskan malam sahur hingga waktu berbuka di laboratorium.

Ramadan di Laboratorium: Menuntaskan Kewajiban, Menjalin Kebersamaan

Kami menempuh studi di suatu jurusan yang berhubungan dengan Biologi. Karenanya, kami pun diharuskan melakukan penelitian dengan mengambil data di laboratorium sebagai bahan utama dalam menulis skripsi.

Penelitian tersebut memang sudah kami mulai sejak bulan September tahun sebelumnya. Namun sebagian besar penelitian memang masih belum dapat diselesaikan hingga masuk bulan Mei. Hal ini dikarenakan berbagai masalah teknis seperti ketersediaan alat dan bahan, juga masalah non-teknis seperti kesibukan di luar kuliah dan masalah intrapersonal.

Sementara itu, Ketua Program Studi kami mewajibkan seluruh penelitian harus selesai dilakukan pada bulan Juli. Padahal kampus akan ditutup selama 2 pekan pada bulan Juni dikarenakan libur Idul Fitri.

Oleh karenanya, mau tidak mau, kami harus menyelesaikan penelitian laboratorium itu tepat pada bulan suci Ramadan.

Jadilah laboratorium itu tak kalah penuh dengan mushala kampus yang biasa digunakan untuk sholat berjamaah. Para mahasiswa keluar-masuk bergantian untuk mengerjakan apa-apa yang memang menjadi kewajibannya kepada orang tua masing-masing.

Foto sore hari di depan laboratorium sambil menunggu waktu berbuka.

Kami pun melakukan pembagian tugas. Setiap harinya, setidaknya harus ada 2 orang yang pergi pada sore hari untuk membeli makanan berbuka. Jenis makanannya tergantung masing-masing pemesan. Yang jelas, harus selalu ada kurma sebagai takjil wajib yang tak boleh ketinggalan.

Pembelian takjil biasa kami lakukan di depan Universitas Padjajaran. Di situ ada pasar tumpah setiap sore dengan berbagai macam makanan berbuka yang menggugah selera. Beberapa diantaranya ialah kolak, pisang ijo, gorengan, telur gulung, sosis bakar, dan kue putu.

Pasukan pembeli takjil ini nantinya akan membawa berbungkus-bungkus makanan ke depan ruang laboratorium. Disitulah kami biasa menyantap menu berbuka bersama sambil beristirahat dari kepenatan mengerjakan penelitian seharian.

Hal serupa juga berlaku untuk makan sahur. Konon, selalu ada saja mahasiswa yang perlu menginap karena memang pengambilan sampelnya hanya bisa dilakukan di malam hari. Mereka pun bergantian membeli makan sahur sehabis sholat tarawih untuk disantap bersama saat waktunya tiba.

Pengalaman semacam ini memang terasa cukup asing. Di satu sisi, ada sedih yang muncul karena tak bisa menghabiskan momen Ramadan bersama keluarga. Namun di sisi lainnya, ada kesyukuran yang terus dipanjatkan karena merasa masih memiliki teman dalam jalur perjuangan yang sama.

Hari-hari itu terus berlanjut hingga memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Satu per satu sudah meninggalkan lab dan kembali ke rumah masing-masing. Ada yang memang sudah menyelesaikan penelitian. Ada juga yang sudah memilih untuk melanjutkannya lagi nanti setelah idul fitri.

Saya termasuk ke dalam kelompok yang pulang paling terakhir. Penghuni lab kala itu tersisa 6 orang saja dan kami menghabiskan sisa waktu Ramadan bersama. Kami semua pulang ke rumah masing-masing tepat 3 hari sebelum malam takbir.

Menyimpan Memori dalam Sebakul Kurma

Kini, memasuki Ramadan yang tinggal menghitung hari, kenangan di laboratorium itu kembali lekat dalam ikatan. Roda kehidupan pun sudah kembali berputar. Kami yang dulu sibuk menempuh pendidikan sarjana bersama, kini tersebar dalam berbagai bidang pekerjaan dan urusan meraih cita-cita.

Rencana menyelenggarakan buka puasa bersama pun harus diurungkan akibat pandemi virus Corona yang belum dapat dikendalikan. Semua orang diwajibkan beraktivitas dari rumah demi memutus rantai penyebaran virus yang satu ini.

Tentu saja hal ini juga harus mendapatkan porsi kesyukuran tersendiri. Barangkali Allah memang menyediakan Ramadan tahun ini khusus untuk ibu dan bapak kami. Dua orang tercinta yang sering tak kami temani selama merantau demi menempuh pendidikan.

Beruntung komunikasi kami via grup WhatsApp masih dapat berjalan. Namun sensasinya jelas terasa berbeda dengan apa yang sudah kami rasakan satu tahun belakangan. Seperti ada bagian yang tak dapat diisi meski sudah bertatap muka lewat panggilan video.

Adalah sebakul kurma yang nampaknya dapat menjadi jawaban. Takjil wajib yang dulu selalu menemani kami membatalkan puasa di laboratorium. Makanan sederhana yang membelinya pun harus bergantian dan saling titip agar tak mengganggu penelitian masing-masing.

Sebakul kurma itulah amunisi utama dalam persiapan Ramadan tahun ini. Ia bukan lagi sekedar hidangan berbuka, melainkan telah menjelma menjadi memori penyimpan kenangan yang lekat bekasnya.

Berhubung mobilitas kita sedang dibatasi, sebakul kurma itu kini bisa didapatkan lewat Shopee. Apalagi tersedia banyak promo dan voucher gratis ongkir yang amat sayang untuk dilewatkan.

Beli kurma hanya di Shopee. Banyak promo dan voucher gratis ongkir!

Pada bulan Ramadan ini Shopee juga kembali menyelenggarakan #THRBigRamadhanSale2020, suatu program yang memungkinkan para penggunanya mendapatkan Tunjangan Hari Raya setelah berbelanja lewat aplikasi ini.

Sebakul kurma bisa menjadi awalan yang tepat untuk mengawali keikutsertaan pada program ini. Bukan tidak mungkin kalau sebakul kurma itu dapat bermuara pada THR dengan total hadiah hingga 25 juta rupiah dan beragam hadiah menarik lainnya.

Mari sambut Ramadan dengan sebakul kurma dan dapatkan sebakul kurma itu hanya di Shopee saja.