transportasi Bali Baru Kemenhub

Akselerasi Transportasi Dibalik Geliat Destinasi Wisata 4 Bali Baru

Indonesia ibarat kepingan surga yang Tuhan jatuhkan di dekat garis khatulistiwa. Bentang alamnya begitu ciamik baik di darat maupun di lautnya. Karenanya, amat wajar jika tulang punggung ekonominya berasal dari sektor pariwisata.

Laporan terkini dari Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku tahun 2018 telah mencapai angka USD 19,29 miliar [i]. Nilai ini setara dengan peningkatan sebesar 72% jika dibandingkan dengan devisa sektor pariwisata pada tahun 2014 yang hanya sebesar USD 11,2 miliar [ii].

Pencapaian sektor pariwisata dalam mendongkrak ekonomi Indonesia 5 tahun terakhir tentu tidak lepas dari pembentukan destinasi wisata Bali Baru. Bali Baru merupakan kawasan destinasi wisata super prioritas yang digadang-gadang oleh Kemenpar untuk bisa menjadi primadona baru bagi wisatawan dunia layaknya Bali.

Bali Baru terdiri dari 10 kawasan yang terbentang dari barat ke timur khatulistiwa. Sepuluh kawasan tersebut adalah Danau Toba, Labuan Bajo, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Morotai, Bromo Tengger Semeru, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Borobudur, dan Mandalika.

Sumber: Indonesiabaik.id.

Kehadiran 10 Bali Baru jelas bukan hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada skala nasional, tetapi juga dalam skala lokal. Penginapan semakin ramai, usaha cinderamata semakin berkembang, dan bisnis makanan pun semakin merajalela. Perlahan namun pasti, kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan 10 Bali Baru tersebut jelas meningkat.

Perpaduan yang simultan antara sektor ekonomi dan sektor pariwisata ini tentu saja tak lepas dari peran sektor-sektor lainnya yang tidak dapat diabaikan. Salah satunya ialah sektor transportasi. Sektor yang berada dibawah naungan Kementerian Perhubungan ini sering diabaikan dalam pembahasan seputar pariwisata. Padahal perannya tergolong vital dan berdampak signifikan.

Oleh karena itu, mari kita awali perbincangan kali ini dengan membahas kaitan erat antara sektor transportasi dan sektor pariwisata. Setelah itu, barulah kita akan membahas tentang bagaimana transportasi menjadi salah satu tulang punggung utama dalam akselerasi pertumbuhan destinasi wisata Bali Baru.

Kaitan Erat Antara Sektor Transportasi dan Sektor Pariwisata

Sumber: Pexels.com/Nubia Navarro.

Transportasi dapat didefinisikan sebagai seluruh aktivitas yang berkaitan dengan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara pariwisata, menurut UNWTO, adalah seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang selama mereka melakukan perjalanan dan menempati lokasi yang berbeda dari tempat tinggalnya yang biasa [iii].

Dari kedua definisi di atas saja, begitu jelas bahwa transportasi merupakan syarat terlaksananya pariwisata. Pasalnya seseorang tidak bisa dikatakan sedang berwisata jika ia tidak berpindah dari tempat tinggalnya yang biasa. Padahal seluruh aktivitas perpindahan itu dapat diartikan sebagai transportasi.

Mulanya memang transportasi “hanya” dibutuhkan untuk urusan perdagangan. Transportasi memudahkan proses perpindahan barang dari suatu negara ke negara lain sehingga perdagangan antar negara terjadi dan tumbuhlah ekonomi global. Seiring perkembangan zaman, kebutuhan manusia semakin meningkat dan kebutuhan akan transportasi pun juga ikut meningkat dengan sendirinya.

Sumber: Pexels.com/Pixabay.

Pariwisata kini sudah menjadi kebutuhan semua orang. Alasannya karena pariwisata bukan sebatas perkara mengunjungi tempat baru untuk ber-selfie ria. Lebih daripada itu, pariwisata adalah aktivitas yang melibatkan pemenuhan kebutuhan untuk rekreasi, penjelajahan tempat-tempat baru, pertemuan dengan orang yang memiliki latar belakang sosio-kultural beragam, hingga proses untuk mendapatkan pengetahuan yang baru [iii].

Karenanya, sistem transportasi yang unggul jelas akan melahirkan pariwisata yang semakin kuat. Jumlah turis domestik maupun mancanegara akan terdorong agar semakin meningkat. Efek dominonya, ekonomi pada skala lokal dan juga nasional akan ikut terangkat.

Pariwisata Jepang semakin terkenal melesat begitu shinkansen dibuat. Portugal semakin ramai dikunjungi setelah berhasil menciptakan sistem tram yang terintegrasi. Lantas bagaimana dengan transportasi untuk kebutuhan pariwisata di Indonesia?

Akselerasi Transportasi di Destinasi 4 Bali Baru

Sejak dicetuskan pada tahun 2015, destinasi wisata Bali Baru mendapatkan prioritas dari Kementerian-Kementerian yang terlibat, tak terkecuali Kementerian Perhubungan. Berikut adalah update perkembangan terkini dari transportasi di kawasan unggulan 4 Bali Baru.

1. Danau Toba di Sumatera Utara

Pencapaian penting Kementerian Perhubungan dalam menunjang transportasi menuju Danau Toba ialah penambahan landasan pacu pesawat (runway) di Bandara Sibisa dan Bandara Silangit. Kedua bandara ini kini sudah bisa menampung pesawat berbadan lebar sehingga dapat membuka rute internasional lebih banyak.

transportasi di Danau Toba Bali Baru

Kemenhub juga sudah menyelesaikan lintas penyeberangan komersil dengan rute Ajibata (Parapat) – Tomok (Danau Toba) [iv] dan masih mengejar penyelesaian jalan tol Trans Sumatera dari Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi. Jalan tol ini diproyeksikan akan mendapat akses dari kedua bandara terdekat sehingga dapat memacu investasi di bidang penginapan dan tempat peristirahatan.

Di dalam kawasan Danau Toba sendiri, Kemenhub tengah merampungkan 12 dermaga penyeberangan besar yang akan dilengkapi dengan 5 kapal besar. Kapal-kapal kecil milik warga juga mendapat perhatian dan penguatan dari sisi keamanan dan keselamatan.

2. Borobudur di Jawa Tengah

Wisatawan lokal umumnya datang ke Borobudur menggunakan moda transportasi kereta api. Karenanya, Kemenhub melakukan perapihan pada Stasiun Tugu dan elektrifikasi jalur KA lintas Yogyakarta – Solo [v].

transportasi di Borobudur Bali Baru

Adapun wisatawan asing umumnya datang ke Borobudur menggunakan jalur udara. Oleh karena itu Kementerian Perhubungan membangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo disamping Bandara Internasional Adi Sucipto. Bandara NYIA sudah melayani penerbangan sejak April 2019 karena telah menyelesaikan pembangunan tahap satu.

Akses darat berupa angkutan umum juga turut dikembangkan. Mulai dari pembangunan Jalan Bedah Manoreh ke NYIA, pelengkapan fasilitas perlengkapan jalan, hingga subsidi operasional angkutan antarmoda. Harapannya, tentu kawasan wisata Borobudur bisa diakses dengan mudah, nyaman dan murah lewat berbagai moda transportasi yang tersedia.

3. Mandalika di Nusa Tenggara Barat

transportasi di Mandalika Bali Baru

Mandalika sudah mengantongi persetujuan untuk menjadi salah satu tuan rumah ajang balap MotoGP pada tahun 2021 yang akan datang. Menyambut kontestasi akbar ini, Kementerian Perhubungan tengah mempercepat pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika [vi].

Perizinan di Pelabuhan Gili Mas Lombok juga tengah dipercepat agar akses laut menggunakan kapal pesiar berskala besar dan kapal-kapal yacht dapat dilakukan. Sedangkan akses darat juga diperkuat dengan pembangunan Jalan Nasional Lembar – Bandara – Kuta Mandalika. Jalur ini tentu saja akan diramaikan dengan berbagai hotel, penginapan dan tempat peristirahatan untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

4. Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur

transportasi di Labuan Bajo Bali Baru

Adapun Labuan Bajo secara cepat dapat diakses melalui Bandara Komodo yang akan segera naik pangkat menjadi bandara internasional. Jalur pacu pesawat pada Bandara Komodo akan diperluas dari 2.250 meter menjadi 2.450 meter agar pesawat besar seperti Boeing 737-800 dapat mendarat.

Pemeriksaan aspek keselamatan pada kapal-kapal di Pelabuhan Labuan Bajo juga rutin dilakukan disamping penambahan 2 unit kapal bottom glass dan pengembangan Terminal Kargo. Kedepannya, pelabuhan baru juga akan dibangun supaya pelabuhan penumpang dan pelabuhan peti kemas dapat dipisahkan.

Epilog

Transportasi merupakan sektor penting yang dapat menggalakkan sektor pariwisata hingga berujung pada penguatan di sektor ekonomi. Dengan kata lain, transportasi yang unggul rupanya dapat berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Percepatan pembangunan transportasi di kawasan Bali Baru ini pun menggenapi pencapaian Kementerian Perhubungan RI dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Filosofi Indonesia Sentris terbukti mampu meningkatkan konektivitas antardaerah dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan di sektor darat, laut, udara dan sektor perkeretaapian.

Capaian Kementerian Perhubungan Kemenhub 2019 5 tahun terakhir

Jajaran prestasi ini tentu bukan berarti bahwa transportasi di Indonesia sudah sempurna. Sungguh masih banyak pekerjaan rumah yang menanti untuk diselesaikan. Utamanya terkait peningkatan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam keselamatan dan keamanan transportasi.

Karenanya, pencapaian ini harus kita jadikan motivasi untuk meningkatkan sinergisasi dan kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan jajarannya. Bersama kita ciptakan transportasi Indonesia yang aman, nyaman dan ramah bagi siapapun yang menginjakkan kakinya di tanah Indonesia.

Referensi

[i] Kementerian Pariwisata RI. 2019. Siaran Pers : Devisa Sektor Pariwisata Meningkat Mencapai 19,29 Miliar Dolar AS.

[ii] Katadata. 2018. Berapa Pendapatan Devisa dari Sektor Pariwisata Indonesia?

[iii] Dinu, Ana-Maria. 2018. The Importance of Transportation to Tourism Development. Academic Journal of Economic Studies, 4 (4), 183-187.

[iv] Kementerian Perhubungan RI. 2019. Laporan Kinerja Kementerian Perhubungan Tahun 2018. Jakarta: Kemenhub.

[v] Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI. 2019. Kemenhub Siap Dukung Kemudahan Aksesibilitas Destinasi Wisata Super Prioritas 5 Bali Baru.

[vi] Katadata. 2019. Infrastruktur yang Mendekatkan 10 Bali Baru.

Leave a Reply

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top
%d bloggers like this: